Selasa, 08 Mei 2018

PRESTASI mengesankan berhasil ditunjukkan atlet-atlet nasional panjat tebing Indonesia dalam International Federation Sport Climbing (IFSC) World Cup Chongqing, Tiongkok, Minggu (6/5) kemarin. Dalam even dunia itu, kontingen Indonesia mampu menyabet tiga medali sekaligus. Yakni, medali emas, perak, dan perunggu dalam nomor speed world record.

Hebatnya, penyumbang medali emas dalam ajang itu adalah atlit panjat tebing asal Grobogan, Jawa Tengah Aries Susanti Rahayu. Gadis asal Desa Taruman, Kecamatan Klambu tersebut mampu membukukan waktu tercepat dalam babak final dan berhasil mengalahkan lawannya Elena Timofeeva dari Rusia. Dengan hasil ini, Aries akhirnya bisa meraih medali emas.

"Terus terang saya sempat kaget saat dikabari kalau Aries dapat medali emas di China. Prestasi yang diraih Aries ini tentunya bikin bangga Indonesia dan tentu saja masyarakat Grobogan. Semoga ke depan makin banyak prestasi yang diraih," kata Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Grobogan Riyanto, Senin (7/5).

Riyanto menyatakan, pada tahun 2017 lalu, Aries juga mendapat kesempatan tampil menjadi bagian kontingen Indonesia dalam even Climbing Worldcup Series 2017 yang digelar di Wujiang, Tiongkok. Dalam kejuaraan yang juga digelar IFSC tersebut, Aries hanya mampu menempati peringkat keempat.

Beberapa pekan sebelumnya, Aries juga sempat mengikuti even panjat tebing Asian Continental Championship (ACC) di Teheran, Iran. Dalam even yang berlangsung 17-21 September 2017, Aries berhasil menyumbangkan dua medali bagi kontingen Indonesia. Yakni, satu emas dinomor speed beregu putri dan satu medali perunggu dinomor speed perorangan.

Kemudian, Aries juga sempat tampil dalam kejuaraan dunia Climbing World Cup 2017 yang digelar di Xiamen, China, 14-15 Oktober. Dalam even ini, Aries mampu meraih medali perak dalam nomor speed.



Info dan foto: www.murianews.com.
Editor: Ibnu.


0 komentar:

Posting Komentar