Senin, 14 Mei 2018


PASCA tragedi teror bom di Surabaya dan Sidoarjo, Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) menetapkan jam malam sebagai menyikapi status siaga satu yang diterapkan di Surabaya. Hal ini sebagai upaya ITS untuk meminimalisasi terjadinya aksi-aksi terorisme di lingkungan kampus.

Menurut Edaran Humas ITS, selama siaga satu Surabaya, semua pintu masuk ITS dijaga dan semua kendaraan yang masuk kampus ITS akan dilakukan pemeriksaan. Selain itu mahasiswa tidak diperkenankan berkegiatan dengan mengumpulkan massa.

Kegiatan kampus terakhir pukul 19.00 dan mahasiswa dilarang untuk tetap di dalam kampus ITS, setelah jam 19.30. Dalam Edaran tersebut juga dihimbau agar semua departemen dan unit di ITS meningkatkan kewaspadaan.

"Menyikapi status siaga satu Surabaya, serta himbauan dari Kapolda, kami menerapkan jam malam agar menghindari hal-hal yang tidak harus terjadi," ujar Rektor ITS, Prof Joni Hermana.



Info dan foto: www.beritajatim.com.
Editor: Ibnu.

0 komentar:

Posting Komentar