Jumat, 18 Mei 2018

BUNTUT dari aksi teror bom yang terjadi di beberapa daerah, beberapa objek vital di ibukota diperketat pengamanannya, termasuk Masjid Istiqlal. Padahal memasuki bulan Ramadhan, Masjid Istiqlal semakin semarak dengan acara keagamaan setiap harinya.

Kepala Protokol Masjid Istiqlal, Ustad Abu Hurairah membenarkan peningkatam kewaspadaan dan keamanan di Masjid Istiqlal. Menurutnya hal itu perlu dilakukan mengingat masjid terbesar se Asia Tenggara itu merupakan simbol negara yang harus terjamin keamanannya.

"Mengingat awal puasa kita dikagetkan dengan teror di Depok, Surabaya. Untuk Istiqlal karena ini simbol negara keamanan diperketat. Apalagi status DKI siaga satu katanya. Ini vital. Dekat istana. Kalau ada apa wahh (bisa jadi berita) dunia," ujarnya, Kamis (17/5).

Terkait bentuk peningkatan keamanan, Ustad Abu mengaku tidak mengetahui. Hal tekniz semacamnya dipercayakan kepada petugas. Dia juga menegaskan Masjid Istiqlal tidak akan memberlakukan pemeriksaan berlapis kepada jemaah karena justru membuat tidak nyaman dalam beribadah.
 
"Tetapi tidak memberikan kesan mencekam. Biasa aja. Biar masyarakat tidak khawatir merasa waswas masuk masjid. Kalau dibuat pemriksaan kan orang malas datang beribadah," ujar Ustad Abu.

"Saya tidak dalam posisi menjawab itu (teknis pengamanan) karena itu strategi keamanan. Mereka sudah koordinasi dengan kepolisian TNI. Mungkin dari jauh mereka bisa mengawasi, teknologi sudah canggih kan. Saya tidak tahu pengetatannya sepeti apa. Mungkin ada (petugas) di sini kemanan kita kan gak tau," imbuhnya. 



Info dan foto: www.poskotanews.com.
Editor: Adit.

0 komentar:

Posting Komentar