Kamis, 03 Mei 2018

IBU dan anak ditemukan tewas mengenaskan di lubang pembuangan rumah korban, jalan Perkebunan RT 10, Mess Staf, No 37, desa Saliki, Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. 

Kedua jasad tersebut bermula saat petugas keamanan PT TSB, menemukan adanya darah, yang mengarah ke lubang pembuangan tersebut, pada Selasa (1/5) kemarin.

Mendapatkan laporan adanya penemuan jasad tersebut, jajaran Polres Bontang dan Polsek Muara Badak langsung ke lokasi kejadian guna melakukan penyelidikan.

Diketahui korban tewas bernama Lusiana N (36) yang sehari hari bekerja sebagai karyawati bank Mandiri, dan anaknya bernama Naufal Aska (5), yang ditemukan dengan luka luka benda tajam di tubuh korban.

Kepolisian pun bergerak cepat dan berhasil mengamankan pelaku pembunuhan ibu dan anak tersebut, yang tak lain merupakan tetangga korban sendiri.

Pelaku merupakan siswa kelas XII SMK di Muara Badak, berinisial H. A (19) yang baru saja usai mengikuti ujian nasional. Dari hasil pemeriksaan, pelaku nekat masuk ke rumah korban untuk mengambil harta benda korban.

Pelaku beraksi pada Senin (1/5) dini hari dengan memanjat plafon kamar mandi rumahnya, yang tembus ke plafon kamar mandi korban.

Namun, saat pelaku masuk, korban terbangun dan memergoki pelaku. Saat itulah pergumulan terjadi, yang membuat pelaku semakin nekat dengan mengambil pisau yang terdapat di ruang tengah rumah korban.

Tanpa pikir panjang, pelaku langsung menusukan pisau tersebut beberapa kali ke leher korban. Tak puas dengan tusukan tersebut, pelaku lantas melilit leher korban dengan kabel setrika hingga korban tewas.

Sementara itu, tak kalah kejinya dengan perlakuan terhadap sang ibu, pelaku yang mengenal anaknya mengajak untuk ke kamar mandi.

Kemudian anak tersebut dimasukan pelaku ke bak berisi air, hingga tak sadarkan diri.

Tak ingin aksinya ketahuan, pelaku pun langsung membawa keduanya ke belakang rumah untuk disembunyikan ke dalam lubang pembuangan, lalu tubuh korban ditutupi dengan baskom dan triplek.

Ternyata, anak korban sempat bergerak saat pelaku memasukannya di dalam lubang pembuangan, yang membuat pelaku langsung memukulkan kepala anak malang itu dengan ulekan batu hingga tewas.

"Kita dapat laporan dari petugas keamanan perusahaan dan langsung lakukan penyelidikan. Hanya selang sekitar 3 jam dari penemuan mayat itu, kita berhasil amankan pelaku," ucap Kapolres Bontang, AKBP Siswanto Mukti, melalui Kapolsek Muara Badak, Iptu Yusuf, Rabu (2/5).

Lanjut dia menjelaskan, rumah korban dan pelaku saling berdempetan dan hanya dipisahkan oleh satu rumah di tengah yang pada saat itu tidak ada penghuninya.

"Itu rumah perusahaan, jadi bangunananya saling dempetan, makanya pelaku ini bisa masuk hingga kamar mandi korban," tutur mantan Kanit Jatanras Polresta Samarinda itu.

Usai menyelesaikan seluruh aksinya, pelaku lantas mengambil uang dan handphone korban, lalu mengunci pintu belakang rumah korban, dan kembali ke rumahnya melalui plafon kamat mandi.

"Saat kejadian itu, suami korban sedang di luar kota mengikuti pendidikan dari perusahaan. Sedangkan korban ini bekerja sebagai karyawati bank, dan anaknya belum sekolah," ungkapnya.

"Kedua jenazah saat ini berada di RSUD AW Syahranie guna visum, sambil menunggu keluarga korban," tambahnya.

Sementara itu, barang bukti yang diamankan diantaranya pisau, ulekan dari batu, setrika, handpone, baskom, tripleks dan pakaian korban.

Sedangkan pelaku, dititipkan ke tahanan Polres Bontang, dan penyelidikan lebih lanjut dilakukan oleh jajaran Polres Bontang. 



Info dan foto: www.matarakyatmu.com
Editor: Adit.


0 komentar:

Posting Komentar