Senin, 07 Mei 2018

SEKITAR 200 nelayan Kecamatan Talango Pulau Poteran Kabupaten Sumenep berunjuk rasa ke DPRD setempat. Mereka memprotes penggunaan alat tangkap ikan sejenis cantrang yang dimodifikasi, atau dalam Bahasa Madura disebut 'sarkak'.

"Di perairan Talango cukup banyak nelayan yang menggunakan sarka'. Ini merusak ekosistem dan biota laut," kata salah satu nelayan Talango, Hosni, Senin (07/05).

Para nelayan membentangkan poster-poster bertuliskan kecaman terhadap penggunaan cantrang. Diantaranya, 'Kami menuntut keadilan dan penegakan hukum, demi anak cucu kita', 'Jaga dan lestarikan kearifan lokal, tolong hentikan sarkak', 'Kami menolak keras sarka' bekerja di Perairan Talango'.

Para nelayan juga membawa contoh sarkak yang dianggap meresahkan nelayan, karena merusak ekosistem laut.

"Sarka' membuat penghasilan kami para nelayan menurun drastis. Karena saat sarka' bekerja, telur dan anak-anak ikan ikut mati. Terumbu karang juga rusak," ujarnya.

Sarka' merupakan alat tangkap ikan yang menyerupai cantrang, tetapi dimodifikasi ala nelayan madura. Sarka' merupakan alat tangkap ikan yang pengoperasiannya menyentuh dasar perairan. Sarka' menggunakan jaring yang ujung2nya diikat pada besi-besi bergigi untuk menyapu ikan yang ditangkap. Sarka' ditarik dengan menggunakan mesin perahu besar.

"Sarka' tidak hanya merusak ekosistem laut. Sarka' juga merusak bubu, alat tangkap ikan kami," ucap Hosni.

Bubu merupakan alat tangkap ikan yang banyak digunakan oleh nelayan tradisional. Bubu terbuat dari bambu yang dianyam, berbentuk bulat panjang seperti guci. Pada bagian dalam bubu dipasang tutup dari anyaman bambu menghadap ke dalam, sehingga ikan yang sudah masuk tidak dapat keluar lagi. Bubu biasanya dipasang di anak sungai kecil atau rawa-rawa yang dangkal.

"Sarkak' telah merusak bubu kami, karena ikut terseret saat sarka' ditarik mesin perahu. Kalau bubu kami rusak, kami tidak bisa mencari ikan. Ini menyangkut mata pencaharian kami," tukasnya.

Dari ratusan nelayan tersebut, 10 diantaranya masuk ke dalam gedung DPRD untuk menyampaikan aspirasinya. Mereka melangsungkan audiensi di Komisi II DPRD setempat. 




Info dan foto: www.beritajatim.com.
Editor: Ferry.


0 komentar:

Posting Komentar