Jumat, 11 Mei 2018


PULUHAN bangunan liar di pinggir Jalan Raya Citayam, Cipayung terpaksa dibongkar paksa jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok karena tidak mengindahkan surat peringatan yang sudah disampaikan beberapa kali. Pemilik meminta waktu dan tidak dibongkar paksa sambil menunggu lahan penganti yang baru.

“Kami mengaku salah tapi tolong berikan waktu untuk mencari tempat penganti buka usaha yang baru karena sampai saat ini belum dapat,” kata Naryo, Kamis (10/5).

Sudah hampir dua minggu sejak diberikan surat peringatan terakhir, dia lokasi penganti namun belum dapat sehingga dirinya tetap bertahan di tempat jualan yang sudah berdiri sekitar lima tahun ini.

Alasan pedagang tersebut tidak mengurungkan niat jajaran Satpol PP Kota Depok untuk menertibkan lapak pedagang yang membuat kumuh lokasi tersebut.

Kepala Satpol PP Kota Depok Yayan Arianto, dengan tegas tidak lagi memberikan waktu tambahan setelah diberikan surat peringatan tiga kali termasuk karena mereka melanggar Perda Depok no. 16 tahun 2012 termasuk melanggar garis sepadan kali (GSK).

Ada sekitar 63 bangunan yang dibongkar paksa petugas walaupun ada sebagian yang sudah membongkar sendiri oleh pemilik.

Lokasi yang ditertibkan jajaranya tentunya akan dikembalikan fungsinya sebagai lahan resapan air dan ruang terbuka hijau .



Info dan foto: www.poskotanews.com.
Editor: Bowo.

0 komentar:

Posting Komentar