Jumat, 11 Mei 2018

MESKI trotoar di wilayah Kota Pati, Jawa Tengah sudah direvitasisasi dengan menghabiskan anggaran sebanyak Rp. 5,5 Miliar dari ABPD, tetapi itu tidak serta-merta membuat penyandang tunanetra lega. Sebab, masih banyak trotoar berlubang lantaran tidak ada penutup got yang bisa membahayakan mereka.

Itu disampaikan oleh salah satu anggota Lembaga Pemberdayaan Para Penyandang Cacat Indoensia (LPPCI) Pati, Suwarno saat melakukan aksi di depan Pendapa Kabupaten Pati, Jumat (11/5).

"Bagi kami yang tuna netra, tentunya lubang got yang tidak ada penutupnya akan sangat membahayakan. Apalagi, kami juga sering melintas di trotoar tersebut," ungkapnya.

Dia mengaku, banyak penyandang disabilitas yang menggunakan kursi roda, tidak bisa menggunakan trotoar tersebut. Selain posisi trotoar yang lebih tinggi, untuk naik ke trotoar menggunakan kursi roda dikatakan sangat sulit.

"Banyak teman-teman yang menggunakan kursiroda mengeluhkan trotoar itu. Untuk kami yang tunanetra juga hawatir, karena lobang got banyak yang belum ditutup," imbuhnya.

Lebih dari itu, dia meminta kepada pemerintah setempat agar memperhatikan para penyandang disabilitas, terutama penggunaan fasilitas umum. Langkah revitalisasi trotoar tersebut dinilainya sudah baik, tetapi harus dikerjakan secara sempurna.

"Harapan kami, got-got itu segara ditutup agar tidak menganggu akses perjalanan bagi penyandang tuna netra," tutupnya.



Info dan foto: www.murianews.com.
Editor: Bowo. 

0 komentar:

Posting Komentar