Rabu, 09 Mei 2018


TABLIQ akbar pada hari puncak acara haul satu tahun Raja Gunung Sahilan Yang Dipertuan Agung berubah menjadi musibah, Rabu (9/5).

Pasalnya meriam kerajaan yang terbuat dari logam pecah saat diletuskan. Sebagian pecahan meriam tersebut mengenai pengunjung yang berada di sekitaran Istana Kerajaan Gunung Sahilan.

Terdata, ada lima orang yang menjadi korban dimana 1 orang meninggal dunia yakni Ikram (36) warga Desa Lipat Kain Kecamatan Kampar kiri dan 4 orang lainnyamengalami luka parah bagian paha, tangan, dada dan di rujuk ke RS Syafira Pekanbaru .

Dari kejadian ini Raja Gunung Sahilan yang di Pertuan Agung menyampaikan duka yang mendalam kepada keluaga korban, dan kami atas nama kerajaan Gunung Sahilan akan bertanggung jawab atas kejadian ini.

Tabliq akbar yang di jadwalkan akan di hadiri oleh Ustadz UAS (Ustadz Abdul Somad,Lc, MA), namun karena berbagai hal UAS batal hadir.

Mendapat kabar UAS batal hadir acara puncak pun dilangsungkan dengan prosesi mengarak Raja Gunung Sahilan dari Desa kantor Kepala Desa Gunung Sahilan menuju Istana kerajaan di Desa Sahilan Darussalam.

Setelah sampai di depan istana mariam kerajaan pun di bunyikan, setelah dentuman letusan meriam suasanapun menjadi teriakan histeris.

Daftar korban akibat pecahnya meriam:

1. Ikram (36)( warga Lipat Kain )
2. Sumanto Rebo(45) (Sahilan Darussalam)
3. Iref (plajar smk) (Subarak)
4. Aisyah (anak2) (Kebun Durian)
5. Pedagang (belum diketahui identitasnya)



Info dan foto: www.riauantara.com.
Editor: Adit.

0 komentar:

Posting Komentar