Rabu, 09 Mei 2018


RANGKAIAN festival Alquran pameran khazanah Islam Nusantara parade Benteng Pancasila yang diselenggarakan pondok pesantren di bawah yayasan Qudsiyah kian meriah. Hal ini ditandai dengan adanya 999 santri yang mengikuti acara nyerat Alquran di halaman Masjid Al Aqso Menara Kudus, Selasa (8/5).

Acara nyerat Alquran dibuka dengan penyampaian tata cara penulisan, kemudian dilanjut penulisan mushaf 999 santri santriwati. Setelah itu, sholawat Asnawiyah dan Qudsiyah, dan diakhiri ikrar gusgijang.

Muhammad Ihsan Ketua panitia dan ketua alumni Qudsiyah mengatakan ada sekitar 999 santri dan santriwati yang mengikuti acara nyerat Alquran. Mereka terdiri dari 333 santri putra dan 666 santri putri yang berasal dari 13 pondok pesantren di Kabupaten Kudus.

“Hasil nyerat Alquran itu yang paling bagus akan dipamerkan di Festival Istiqlal 24 Mei mendatang, ” ungkapnya,  Selasa (8/5).

Ia menyebutkan jumlah 999 memiliki arti yang unik. Karena angka tersebut menurutnya angka yang luar biasa.

“Ke depannya ini menjadi dokumen yang tercatat oleh sejarah, alumni Qudsiyah selama satu abad,” jelasnya.

Dengan adanya nyerat Alquran yang diikuti 999 santri itu,  ia berharap dapat mewujudkan dan merealisasikan terkait dengan Alquran.

“Kami tidak hanya mengajarkan alquran,  tetapi kamu juga sekaligus mensosialisasikan,  memahami Alquran, ” lanjutnya.

Ia menambahkan, dari pameran khasanah Islam Nusantara itu, ia mengajak masyarakat untuk menyikapi, memahami, dan mendalami Alquran.


Info dan foto: www.murianews.com.
Editor: Adit.


0 komentar:

Posting Komentar