Senin, 14 Mei 2018

KEMACETAN dan antrean panjang kendaraan hampir setiap hari terjadi di ruas jalan alternatif baik dari arah Depok maupun ke Jakarta Selatan melalui kawasan Jagakarsa. Ini akibat sempitnya lebar jalan dan saling serobot antar pengendara persis diperempatan Jalan Raya Tanah Baru dan Tugu Gong, Tanah Baru Beji. Bunyi klakson hampir setiap saat terdengar hingga memecahkan telinga.

"Duh… Krodit dan parah sekali macetnya bukan hanya hari biasa tapi hari Sabtu dan Minggu kawasan perempatan Tugu Gong, Tanah Baru menjadi salah satu titik rawan kemacetan parah baik kendaraan dari arah Jakarta menuju Depok maupun sebaliknya yang melalui Jagakarsa," kata Usman, warga Perumnas Depok Satu, Kelurahan Depok Jaya.

Yang membuat kesal dan geram pemakai kendaraan, tambah bapak tiga anak ini, kebanyakan pengendara tidak sabar menunggu giliran melintas akibatnya kendaraan hingga antre sampai 1 Km baik dari arah Depok maupun Jagakarsa, Jaksel dan harus ditempuh sekitar 2 jam jika tidak macet hanya 30 menit.

Ny. Riko, warga Sawangan, menambahkan tidak hanya saling serobot atau tidak sabaran saja yang membuat kesal dan geram pengendara lain juga suara bunyi klakson yang terdengar seakan memecahkan gendang telinga.

"Sudah tahu di depan macet dan harus antre kendaraan dari belakang tetap saja mengklakson," ujarnya kesal ditambah dengan sering adanya truk pengakut pasir atau tanah yang tidak kenal waktu melintas di ruas jalan yang tidak terlalu lebar.

Seharusnya truk pengakut tanah atau pasir tahu diri saat jam sibuk macet hari Sabtu dan Minggu tidak lewat seenaknya tapi mengikuti waktu atau malam hari saja saat sepi kendaraan pribadi.

Kehadirananggota Polsek Beji memang kerap membantu memperlancar kemacetan dan antrean panjang, imbuh dia, tapi kasihan juga petugas kepolisian harus setiap hari bertugas mengatur di perempatan tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok, Manto Jorgi, beberapa waktu lalu menegaskan bahwa kondisi badan Jalan Raya Tanah Baru sebagai salah satu jalan alterntif terpadat dari arah Depok menuju Jakarta Selatan melalui Jagakarsa belum ada rencana pelebaran.

Melihat kondisi badan Jalan Raya Tanah Baru yang menjadi jalan alterntif warga tentunya wajar saja jika ada rencana pelebaran di tahun mendatang, imbuhnya yang mengaku usulan memang terus dilakukan tapi tentunya membutuhkan dana yang tidak sedikit karena harus membebaskan lahan milik warga karena sisi jalan berada di tebing Kali Krukut.



Info dan foto: www.poskotanews.com.
Editor: Ibnu.

0 komentar:

Posting Komentar