Selasa, 22 Mei 2018

JELANG perayaan Hari Raya Waisak, Maha Vihara Mojopahit di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur mulai melakukan sejumlah persiapan. Termasuk membersihkan patung Budha tidur dengan panjang 22 meter, lebar 6 meter dan tinggi 4,5 meter tersebut. 

Upasaka Pandita Dharmmapalo (UP), Saryono mengatakan, Waisak ke 2562 tahun 2018 persiapan yang dilakukan hampir sama dengan tahun sebelumnya. "Karena ini menjadi agenda rutin tapi tahun ini jatuhnya malam sehingga persiapan agak lumayan," ungkapnya, Selasa (22/5).

Masih katanya, yakni akan ada lampu, pelita dan obor yang dipersiapakan. Namun untuk saat ini, lanjut Saryono, pembersihan rupang Budha yakni dengan air dicuci dan disabun kemudian dibersihkan dengan air bunga. Menurutnya, yang paling susah dibersihkan adalah di bagian kepala belakang. 

"Dilanjutkan pembersihan dan persiapan untuk ritual prada sina Yakni mengitari komplek Maha Wihara. Umat dan para banthe semuanya membawa persembahan dan kembali ke darma sala atau tempat ritual, nanti juga dipersiapkan mandi rupang Sidarta," katanya. 

Puncak Waisak tahun 2018 jatuh pada tanggal 29 Mei pukul 21.19.13 dengan tema 'Harmoni dalam Kebhinekaan untuk Bangsa'. Waisak sendiri memperingati tiga peristiwa yakni lahir, pencerahan dan meninggal. Patung Budha tidur di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto tersebut dibangun tahun 1993.

Pembangunannya secara manual dan merupakan terbesar ketiga se-Asea Tenggara setelah Thailand dan Kamboja. Namun baru dicat tahun 1999 dengan seluruh bagian patung dicat warna kuning keemasan. Warna kuning emas karena Budha dalam agama Budha sebagai pencetus ajaran Budha, simbol warna emas adalah yang paling bagus. 

Sedangkan di bagian bawah patung terdapat relief-relief yang menggambarkan kehidupan Buddha Gautama. Yakni hukum karmaphala dan hukum tumimbal lahir. Posisi tubuh patung sendiri berbaring miring menghadap ke arah selatan dan kepala bersandar di atas bantal yang disangga menggunakan lengan kanannya. 

Posisi tersebut merupakan posisi saat Budha saat meninggal dunia. Patung Budha ada di setiap wihara, baik kecil maupun besar. Yang membuat orang banyak bertanya dibangun sebesar ini karena dasar tempat ibadah, sisi historis Majapahit besar keyakinan Budha dan Hindhu. 



Info dan foto: www.beritajatim.com.
Editor: Ibnu.

0 komentar:

Posting Komentar