Minggu, 20 Mei 2018


WARGA keluhkan pasar tumpah di sekitar Pasar Baru Bekasi, yang selama Ramadan berlangsung hingga siang hari di Jalan Ir Juanda, mulai dari perempatan Lapangan Serbaguna hingga Terminal Bekasi.

Sulitnya menertibkan pedagang kaki lima di sepanjang jalan negara itu , menjadikan ikon Kota Bekasi terlihat kotor dan jorok, terutama di depan Pasar Baru Bekasi dan Terminal Induk.

Di tempat ini kesan kumuh membuat jalan Negara dipenuhi lilitan tali plastik dari kabel listrik ke kabel listrik satunya.

“Lihat saja, rumbai tali bekas mengikat terpal plastik berserakan,” ujar Narkim, satu pengendara sepeda motor yang melintas di tempat itu.

Keluhan juga sering muncul di website Pemkot Bekasi dan mengeluhkan banyaknya pedagang yang tumpah ke jalan dan mengganggu para pengguna jalan di depan Pasar Baru Bekasi,

Sejumlah instansi sudah sering membina para pedagang kaki lima ini mulai dari Dinas Dinas Perekonomian Rakyat (Dispera) Kota Bekasi yang meminta pedagang tidak ke luar pasar, namun nyatanya mereka lebih senang berdagang di jalanan.

Para pedagang kaki lima ini mulai menggelar daganganya sekitar pukul 21.00 hingga 01.00 dan selesainnya biasanya pukul 07:00 sudah harus bersih, namun selama Ramadan hingga pukul 10:00 masih ada yang menggelar dagangannya.

Sementara itu, Danki Dalmas Satpol PP Kota Bekasi, Rahmat, menegaskan bahwa pihaknya tetap akan menindak setiap pedagang yang tidak menaati jam berjualan di lokasi pasar tradisional tersebut.

Seperti keberadaan pedagang di Pasar Baru Bekasi, jika mereka tepat pada pukul 06.00 pagi, mereka tetap tidak mau masuk ke dalam lokasi berdagang seperti yang telah ditentukan, maka dagangan mereka akan langsung ditertibkan dan dibawa langsung ke kantor Satpol PP Kota Bekasi untuk didata.

“Para pedagang yang melanggar aturan jam berdagang akan kami tindak tegas, hal ini sebagai proses untuk menjaga ketertiban di lokasi tersebut,” tuturnya.



Info dan foto: www.poskotanews.com.
Editor: Bowo.

0 komentar:

Posting Komentar