Jumat, 11 Mei 2018


AKSI Rahmad Setiyono (41), warga Desa Gedungan, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur benar-benar nekat. Diduga gara-gara terlilit hutang, ia nekat menusuk perutnya sendiri dengan pisau berukuran panjang serupa golok.

Percobaan bunuh diri itu dilakukan Rahmad di rumah temannya, Heri Sugeng Purnomo, di Perumnas Giling Kecamatan Kota Sumenep.

"Korban ditemukan di ruang tamu Heri, dalam kondisi perut sebelah kiri luka robek akibat tusukan pisau," kata Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Abd. Mukit, Kamis (10/5).

Sebelum korban nekat mencoba bunuh diri, Heri, teman sekaligus mitra bisnis korban, bertandang ke rumahnya. Tetapi korban justru mengajak Heri kembali ke rumahnya di Perumnas Giling. Rahmad berdalih ingin menenangkan diri.

"Korban dan Heri kemudian berboncengan naik sepeda motor. Sebelum ke Perumnas Giling, korban minta mampir di pasar belakang Masjid Jamik untuk membeli pisau. Namun Heri tidak tahu untuk apa pisau itu," ujar Mukit.

Setelah sampai di rumah Heri, Rahmad ditinggal sendirian, karena Heri akan menjemput istrinya dari Pamekasan di terminal Arya Wiraraja Sumenep.

"Dalam perjalanan ke terminal, Heri sempat menelpon istri Rahmad, menyampaikan bahwa Rahmad berada di rumahnya di Perumnas Giling.

"Bahkan Heri sempat bilang ke Liza, istrinya Rahmad, supaya menelpon ke karyawannya untuk mengecek keberadaan Rahmad," ujarnya.

Saat Heri tiba di rumahnya usai menjemput istrinya di terminal, bersamaan dengan Liza, istri Rahmad, dan karyawannya, Sudar. Ketika masuk ke rumah, didapati Rahmad dalam kondisi terluka di ruang tamu.

"Ada 7 tusukan senjata tajam di perut korban. Korban masih hidup, meski lukanya cukup parah. Korban pun dibawa ke rumah sakit daerah (RSD) dr. H. Moh Anwar untuk mendapatkan perawatan intensif," ungkapnya.

Berdasarkan keterangan Heri, korban bersama dirinya mempunyai kerja sama usaha dalam bentuk proyek. Proyek tersebut diserahkan pada seseorang berinisial AD. Informasinya, korban telah mengeluarkan uang miliaran rupiah untuk proyek tersebut.

"Ternyata saat uang dibutuhkan korban, AD yang memegang uang ini justru kabur. Padahal uang itu diduga hasil pinjaman korban ke orang lain. Jadi korban diduga bingung karena uang pinjaman itu sudah jatuh tempo pembayaran," terangnya.



Info dan foto: www.beritajatim.com.
Editor: Bowo.

0 komentar:

Posting Komentar