Kamis, 12 April 2018

WARGA Kelurahan Ujung Batu, Jepara, Jawa Tengah keluhkan selokan dangkal yang dipenuhi sampah dan sesimentasi. Menurut mereka akibat pendangkalan tersebut setiap kali hujan, selokan tidak mampu menampung air hujan akibatnya, air luber ke jalan hingga ke permukiman warga.

Dari pantauan, selokan tersebut diapit oleh dua bangunan yaitu antara Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Jepara dengan Kantor UPT Laboratorium BLH di Jalan H Sidiq Harun, Ujung Batu, Jepara.

Selokan tersebut mengalir ke arah Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) sedangkan diseberang jalan H Sidiq Harun merupakan permukiman warga yang cukup padat. Tak hanya itu, terlihat beberapa sampah menumpuk dialiran selokan tersebut.

Ulfa (35), mengeluh selama beberapa tahun ini Pemerintah Kabupaten Jepara tidak pernah melakukan pengerukan sedimentasi di sepanjang selokan tersebut. Padahal kawasan tersebut merupakan kawasan yang berdekatan dengan laut, jika air laut naik ataupun saat hujan, selokan tersebut tidak mampu menampung air yang ada sehingga luber ke jalan hingga ke permukiman warga.

"Kalau dulu saat Zaman pemerintahanya Pak Indro (mantan Bupati Jepara), sungai-sungai ataupun selokan sering dibersihkan, sedimentasinya juga dikeruk, namun sekarang sudah jarang terlihat petugas bersih-bersih saluran pembuangan,"katanya.

Dia berharap Pemerintah Kabupaten Jepara segera melakukan pengerukan sedimentasi tersebut sehingga sungai ataupun selokan semakin dalam dan mampu menampung air laut yang naik ataupun saat turun hujan.
 
"Permukiman kami ini kan dekat sekali dengan laut, jadi saat air laut pasang, kadang airnya naik dan luber ke jalan, apalagi kalau hujan sering masuk ke permukiman warga. Ini sangat tidak nyaman bagi kami semua," ungkapnya.

Hal serupa juga diungkapkan Aris (37), warga Ujung Batu. Dia mengeluh selain sekokan yang dangkal, beberapa waktu selokan tersebut mengeluarkan bau banger sehingga mengganggu warga sekitar.

"Kalau hujan sering luber airnya. Padahal itu kan berdekatan dengan kantor-kantor pemerintahan tapi kebersihanya tidak dijaga. Bahkan sering mengeluarkan bau tak sedap akibat terlalu dangkal dan dipenuhi sampah," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Budiarto ST MT menjelaskan bahwa pihaknya telah memiliki rencana untuk perbaikan dan peningkatan saluran drainase di Jalan H Sidiq Hasan dan sekitar daerah laut. Namun anggaran yang diajukan pada tahun ini belum disetujui.

"Rencana kami akan ada penataan saluran drainase diseluruh kota Jepara, khususnya di daerah yang berdekatan dengan laut. Namun anggaranya belum disetujui. Oleh karena itu, untuk mengatasi endapan sedimentasi itu, akan segera diadakan pengerukan di sepanjang Jalan H Sidiq Harun," jelasnya.



Info dan foto: www.murianews.com.
Editor: Adit.


0 komentar:

Posting Komentar