Rabu, 11 April 2018

DEMO memprotes putusan hakim di Pengadilan Negari (PN) Sigli, Aceh berlangsung ricuh. Aksi massa yang diikuti puluhan warga itu meminta majelis hakim agar menghukum pelaku pembunuhan dan pemerkosaan dengan hukuman mati.

Kericuhan bermula usai majelis hakim menjatuhkan vonis 10 tahun penjara terhadap terdakwa pembunuhan dan pemerkosaan yang dinilai terlalu rendah dari tuntutan jaksa yaitu 20 tahun penjara, sementara pendemo meminta terdakwa dihukum mati.  

Petugas keamanan pun terpaksa bertindak tegas dengan membubarkan dan mengamankan sejumlah massa yang anarkis.

Dalam bentrokan tersebut, petugas keamanan juga melepaskan gas air mata dan menumpahkan air dari mobil water canon dari mobil milik Polres Pidie. Akibatnya sejumlah demonstran yang berlaku beringas terpaksa diamankan, dan korban yang luka terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Semua yang tergambar dalam ringkasan di atas, merupakan jalannya simulasi menghadapi demontrasi massa yang digelar Pengadilan Negeri Sigli, Rabu 11 April 2018.

"Simulasi ini merupakan bagian dalam rangka kesiapan PN Sigli menuju akreditasi, sesuai dengan perintah Mahkamah Agung," kata ketua PN Sigli, M Nazir SH, MH.

Menurut Nazir, pihaknya akan berusaha mendapatkan akreditasi dengan nilai "A" (Excellent) dari Mahkamah Agung Republik Indonesia.



Info dan foto: www.mediaaceh.co.
Editor: Ibnu.


0 komentar:

Posting Komentar