Senin, 23 April 2018



KM Amukti Palapa rute Surabaya - Pulau Masalembu, Kabupaten Sumenep mengalami keterlambatan kedatangan hingga 20 jam.

"Dalam kondisi cuaca normal, semestinya dari Surabaya ke Pulau Masalembu memerlukan waktu tempuh 15-18 jam perjalanan laut. Kalau ini memang lebih dari perkiraan waktu," kata Kepala Syahbandar Pulau Masalembu, Loveryanto, Senin (23/4).

KM Amukti Palapa berangkat dari Surabaya pada Sabtu (21/4) pukul 14.30 WIB, dengan tujuan Pulau Masalembu. Kapal baru tiba di Pelabuhan Masalembu pada Senin jam 03.00 dini hari.

"Kapal tiba sangat terlambat dari jadwal, karena kecepatan yang digunakan memang lambat. Hanya 3,5 knot," ujarnya.

Ia menerangkan, kapal terpaksa memperlambat laju pelayaran, karena terkendala cuaca buruk, yakni ombak besar dan angin kencang.

"Cuaca tidak memungkinkan kapal memacu kecepatan. Karena kondisinya memang angin dan ombak. Akhirnya kapal jalan pelan-pelan. Tapi Alhamdulillah, selamat sampai di Masalembu meski sangat terlambat," ucapnya.

Sementara terkait kabar kapal hilang kontak dengan radio pantai, Loveryanto mengaku akibat terkendala sinyal.

"Untuk kapal yang berlayar dengan jarak lebih dari 17 mil, memang sinyal sulit, sehingga komunikasi terputus," terangnya.

Setelah sandar di Pulau Masalembu, KM Amukti Palapa pada Senin pukul 10.00 WIB melanjutkan pelayaran ke Pulau Karamian.



Info dan foto: www.beritajatim.com.
Editor: Bowo.

0 komentar:

Posting Komentar