Senin, 16 April 2018

SEBAGAI upaya untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih, SMPN 1 Gembong mulai mengoptimalkan penggunaan bank sampah. Mengingat, kepedulian terhadap lingkungan saat ini makin menghawatirkan.

Wakil Kepala SMPN 1 Gembong Bidang Kesiswaan, Lilis Ekawati mengatakan, dengan adanya Bank Sampah itu, para siswa diajak untuk peduli terhadap sampah dan kebersihan lingkungan.

Lebih dari itu, pemanfaatan bank sampah nantinya juga akan kembali ke siswa sendiri. Apalagi, saat ini sampah juga mempunyai nilai jual dan menghasilkan uang.

"Dengan begitu, siswa tidak hanya kami ajak cinta lingkungan, tetapi juga belajar mandiri. Sebab, sampah yang sudah di pilah dan dikumpulkan, bisa dijual lagi. Sekolah tidak minta uang itu, tetapi akan dikembalikan ke siswa sendiri," ujarnya, Senin (16/4).

Dalam pengelolaan bank sampah tersebut, pihaknya juga sudah menggandeng mitra pihak ketiga. Katanya, mitra SMPN 1 Gembong diintegrasikan dengan gerakan reduce, reuse, recycle, replace, dan replant (5R).

"Itu sebagai salalah satu solusi untuk mengurangi sampah organik di lingkungan sekolah. Dengan begitu, lingkungan akan semakin bersih dan sehat," imbuhnya.

Konsep bank sampah SMPN 1 Gembong ini, yang dikumpulkan adalah sampah kering dan sampah organik. Manajemennya disamakan dengan manajemen perbankan. Hanya, yang ditabung bukanlah uang, melainkan sampah.

"Nasabah kami adalah para guru dan siswa. Mereka juga diberikan buku tabungan. Kemudian, sampah yang ditabung itu akan dihargai sesuai dengan jenis sampahnya," tegasnya.




Info dan foto: www.murianews.com.
Editor: Adit. 

0 komentar:

Posting Komentar