Rabu, 04 April 2018


SEMINGGU resmi dibuka sejumlah angkot dan Pedagang Kaki Lima (PKL) mulai menempati jalur U-turn. Padahal Pemkot Serang, Banten telah melarang agar kawasan sekitar jalur U-turn tidak boleh ada aktivitas para PKL dan tempat parkir angkutan umum. Sebab dapat memicu kemacetan dan penumpukkan kendaraan.

Pemkot Serang mengklaim jalur U-turn dapat mengurai titik kemacetan di Kota Serang. Namun pantauan di lokasi, sejauh ini jalur U-turn tersebut kurang maksimal. Sebab masih saja banyak kendaraan roda empat yang memutar balik dari depan kampus Universitas Bina Bangsa (UNIBA). Apa lagi tidak ada petugas yang standby yang menjaga di sekitar jalur U-turn.

Ma’ruf salah seorang tukang ojek yang biasa mangkal di wilayah sekitar menilai jalur U-turn tersebut kurang optimal dalam mengurai kemacetan. Sebab ia menemukan masih banyak kendaraan yang memutar balik melalui kampus UNIBA. Sementara jalur U-turn jadi tempat mangkal angkot dan PKL.

“Padahal kan itu gak boleh, tapi percuma sebab gak ada petugas yang selalu jaga di sekitar sini. Para PKL dan angkot sering kumpul di saat petugas gak ngawas di lokasi, ” ujarnya ditemui di jalan Raya Serang -Jakarta, Kemang, Kelurahan Penancangan, Kecamatan Serang, Kota Serang, Selasa (3/4).

Ma’ruf menambahkan semestinya pemerintah Kota Serang secepatnya membuat pos penjagaan di sekitar jalur U-turn. Sebab para PKL dan angkot tak berani jika ada petugas yang selalu stanby di pos. “Jadi sama aja gak ada perubahan yang besar,” katanya.



Info dan foto: www.bantennews.co.id.
Editor: Ferry.

0 komentar:

Posting Komentar