Selasa, 10 April 2018

KEPOLISIAN Sektor (Polsek) Lakudo Polres Baubau mengamankan seorang pria berinisial IRF (21) warga Kelurahan Gu Timur, Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara yang diduga akan melakukan perencanaan pencabulan dengan mencampurkan serbuk buah kecubung ke dalam minuman empat siswi SMP dan SMA disalah satu kedai di Kelurahan Lakudo pada Sabtu malam (07/04).

Keempat korban diketahui berinisial EM, NR, ML, dan VD warga Desa Madongka, Kecamatan Lakudo. Mereka hilang kesadaran, mual bahkan sampai pingsan usai menenggak minuman yang dicampur racikan buah yang mengandung zat kimia alkaloid tersebut.

Kapolsek Lakudo, IPTU Hartoni mengungkapkan, awalnya keempat siswi tersebut diajak pelaku dan temannya untuk mangkal di Kedai Bente di Kelurahan Lakudo. Karena kedai itu penuh sehingga mereka pindah ke kedai lainnya yang juga masih di lokasi yang sama.

"Pelaku ini jemput korban di Madongka tapi sebelumnya itu sudah di telpon. Sekitar jam 22.00 Wita mereka dibawa ke kedai itu lalu dipesankan minuman Es Milo oleh pelaku ARF. Jadi IRF ini yang juga meracik kecubung menyuruh pelayan kedai untuk mencampurkan kedalam minuman para korban. Sempat ditanya sama pelayan, minuman apa ini, pelaku jawab tidak perlu kamu tau campur saja," ungkap IPTU Hartoni yang ditemui di Mapolsek Lakudo, Senin (9/4).

Lanjut kapolsek mengungkapkan, setelah keempat korban menenggak minuman tersebut, tak berselang lama mereka merasakan pusing, muntah, dan berhalusinasi. Bahkan dua orang korban hilang kesadaran alias pingsan.

Melihat keadaan tersebut, salah seorang teman IRF yang belum diketahui namanya ini langsung melancarkan aksinya membawa korban EM dengan alasan akan diantar pulang ke rumahnya.

"EM bukannya diantar pulang, malah dibawa ke tempat lain dan baru ditemukan pada jam 02.00 Wita dini hari," imbuh Hartoni.

Sedangkan tiga korban lainnya yakni NR, ML, dan VD yang juga bakal diantar pulang oleh IRF dan teman-temannya langsung dihalangi oleh Wihardin, pengunjung yang juga keluarga korban dan tengah berada di kedai tersebut.

"Kita saat itu belum menahan pelaku. Kita langsung mengantarkan korban ke Puskesmas Lakudo. Karena puskemas tidak mampu, terpaksa dirujuk ke rumah sakit Palagimata Baubau," ucap Hartoni.

Saat ini tambah Hartoni kasus tersebut masih masih dalam proses pendalaman dan penyeledikan lembih lanjut.

"Yang kita amankan empat orang. Satu pelaku sebagai otak atau yang menyuruh yakni IRF dan tiga orang lainnya sebagai saksi," ucapnya.

Di tempat terpisah, keluarga korban yang juga turut menyaksikan kejadian di TKP, Wihardin, meminta polisi segera menangkap pelaku yang membawa EM. Menurutnya, sampai saat ini pelaku yang tidak ia ketahui namanya itu masih berkeliaran bebas.

"Pelaku yang bawa EM malam itu belum ditangkap. Dia sekarang masih ikut melaut di perairan Kabaena sana," katanya.

Wihardin pun berharap, para pelaku diberi hukuman setimpal atas perbuatannya sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku.

"Meskipun para korban sudah dipulangkan dari RS Palagimata tapi kondisi keempat korban kelihatannya semakin parah, suka ngomong sendiri (berhalusinasi), muka pucat dan masih lemas," tandasnya.




Info dan foto: www.butonrayanews.co.id.
Editor: Ferry.


0 komentar:

Posting Komentar