Kamis, 12 April 2018

SATUAN Tugas (Satgas) Pengemis Gelandangan dan Orang Terlantar (PGOT) pada Dinsos P3AP2KB Kudus menemukan banyak anak-anak dibawah umur yang mengemis di sepanjang lampu merah kota Kudus. Padahal, dari hasil pendataan yang dilakukan, status mereka masih duduk di bangku sekolah.

Lebih dari itu, disinyalir mereka sengaja disuruh oleh orang tuanya untuk mengemis. Bahkan setiap harinya, ada target setoran yang harus dipenuhi.

Komando Satgas PGOT Dinsos P3AP2KB Kudus, Doni Aris Sagitoni mengatakan, pada bulan maret kemarin hingga saat ini, setidaknya ada lima orang anak yang sudah terjaring razia dan dipulangkan ke orangtuanya.
 
Lima orang itu, yakni Novy (13), Dewi (13), Arya (9), Adam (8), dan Pitasari (12). Secara umur, mereka tidak diperkenankan untuk bekerja, apalagi disuruh mengemis. Tentu, hal itu tidak bisa dibebarkan.
 
"Kami mengetahui kalau mereka itu disuruh orang tuanya adalah dari pengemis lain. Bahkan, Adam setiap pulang sekolah diantar orang tuanya di pinggir jalan untuk mengemis. Dia juga ditarget pendapatan, minimal Rp. 30 ribu perhari," ungkapnya, Kamis (12/4).

Dia juga menuturkan, hasil mengemis Adam, mulai pukul 11.00 hingga 13.00 Eib, bisa mendapat Rp. 50 ribu. Apabila itu dilakukan perhari, tentu hasilnnya semakin banyak.

Dari identivikasi yang dilakukan oleh Satgas PGOT, latarbelakang ekonomi keluarga Adam juga tergolong menengah. Hanya, kedua orang tuanya setiap hari mengemis di kompleks Menara Kudus.

"Kasihan kalau anak usia sekolah malah disuruh mengemis. Kami juga sudah menghimbau kepada orang tuanya agar tidak menyuruh anaknya mengemis," tegasnya



Judul Asli: Alamak! Satgas PGOT Temukan Banyak Anak di Bawah Umur Mengemis di Kudus 
Info dan foto: www.murianews.com.
Editor: Adit.

0 komentar:

Posting Komentar