Jumat, 06 April 2018

JALAN di Desa Seuat, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, rusak parah. Jalan sepanjang 5 KM yang melintasi Panunggalan, Kadumanggu, Seuat, dan Kampung baru tersebut, nyaris tanpa aspal sama sekali. Sepanjang ruas jalan itu hanya dilapis bebatuan. Padahal jalan di sekitarnya sudah dibeton.

Desa Seuat terkenal sebagai daerah kampung perajin golok. Hal ini juga ditandai dengan gerbang di desa ini yang menggambarkan kampung ini sebagai penghasil golok. Di kampung ini banyak warganya yang bekerja sebagai penempa bilah golok, pengukir gagang atau sarung golok, maupun pedagang golok. Golok dari kampung ini banyak dijual di pasar-pasar wilayah Banten hingga Jakarta. Bahkan golok bersarung dan gagang tanduk kerbau bule dari kampung ini diminati pembeli dari luar negeri.

"Yang parah di Panunggalan. Batunya nonjol-nonjol. Padahal perbatasannya di Desa Tinggar (Kecamatan Baros) sudah bagus," ujar Nani, warga setempat, Kamis (5/4).

Nani mengatakan sudah terjadi sejak belasan tahun lalu. Katanya, warga sudah seiring menyampaikan keluhan ini kepada aparatur desa namun belum ada tanda-tanda bakal segera diperbaiki.

"Sudah tiga kali ganti kepala desa, jalannya begini aja. Geura (cepat-red) sih dibenerin. Malu kalau ada tamu dari luar suka ngeledek jalannya rusak," ujarnya.

Hal serupa dinyakan Lukman, warga yang berprofesi sebagai pedagang mainan anak-anak. Lukman yang hampir setiap hari menjajakan dagangannya dengan sepeda motor merasakan betul dampak dari jalan rusak tersebut.

"Apalagi kalau sudah musim hujan, ipruh. Jalan jadi licin," ujarnya.




Info dan foto: www.bantennews.co.id.
Editor: Adit.

0 komentar:

Posting Komentar