Selasa, 13 Maret 2018

SUBDIT IV Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya berhasil mengungkap pembobol akun sistem Informasi dan Teknologi (IT) secara tidak sah yang dilakukan oleh NA (21), KPS (21), ATAP (21) pada Minggu, 11 Maret 2018.

Dalam keterangan rilis Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan awalnya ada info dari Internet Crime Complain Center (IC3) di New York Amerika bahwa ada perusahaan atau instansi di 40 negara lebih yang mengalami peretasan keamanan sistem yang diduga pelakunya berasal dari Indonesia.

"Modusnya mereka membobol sistem keamanan, setelah berhasil mereka melaporkan kepada admin bahwa mereka berhasil membobol, apakah mau membayar atau tidak. Kalau perusahaan membayar mereka akan kembalikan tapi kalau tidak mereka akan merusak." jelas Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (13/3).

Argo menambahkan, dari laporan tersebut bagian cyber crime bergerak dan mendapatkan 6 pelaku yang berdomisili di Surabaya dan tergabung dalam Surabaya Black Hat (SBH)

"Tiga berhasil kami tangkap sedang yang lain masih dalam pengejaran. Mereka tergolong muda, statusnya mahasiswa." terang Argo.

Kegiatan mereka termasuk kejahatan pelanggaran UU ITE lanjut Argo, karena masuk ke sistem seseorang atau perusahaan tanpa meminta izin terlebih dahulu.

"Karena ada hacker yang legal, meminta izin terlebih dahulu untuk membobol serta diizinkan oleh pihak yang ingin dibobol." terangnya.

Dari hasil kejahatan itu mereka mampu mengantongi 50-200 juta perorangnya. Pasal yang akan disangkakan kepada mereka pasal 29 ayat (2), Pasal 30 dan Pasal 32 dengan ancaman pidana 8 hingga 12 tahun.



Info dan foto: www.megapolitanpos.com.
Editor: Adit. 

0 komentar:

Posting Komentar