Jumat, 02 Maret 2018

RASA solidaritas terhadap sesama teman memang perlu dijaga, namun, jika rasa solidaritas dapat menyebabkan perbuatan melawan hukum sebaiknya dihindarkan.

Seperti yang terjadi pada sekelompok pengemudi ojek online (Ojol) yang melakukan pengeroyokan terhadap korbannya hingga berujung kematian.

Tim Pemburu Preman (TPP) Polres Metro Jakarta Barat bersama jajaran Polsek Tambora membekuk sekelompok pengemudi ojek online diantaranya, AD (31), FEB (23), RAM (25), SAI (27), AND (32), dan AL (26), lantaran memukuli korban DA (22) dan TI (23) yang terjadi di depan toko Alfamart, Jalan Pangeran Tubagus Angke, Tambora, Jakarta Barat pada (13/2) lalu.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi SIK MH dalam keterangannya mengatakan, kejadian berawal pada 13 Februari lalu sekira jam 02.38 WIB, saat itu saksi (DP) selaku pengemudi ojek online mendapat pesanan dari penumpang (SA) melalui aplikasi handphone dari Jembatan Tiga dengan tujuan keTamansari Jakarta Barat.

Selanjutnya saksi (DP) berangkat dari pangkalan ojek di Kalijodo untuk menjemput penumpang (SA) dengan didampingi oleh pelaku (AD) dan pelaku (FEB).

Sesampainya di lokasi penjemputan, (SA) bercerita bahwa ada kelompok preman yang berjalan kaki hendak merampas barang miliknya, namun tidak jadi karena ada angkutan umum yang melintas dan berhenti di sekitarnya.

Setelah mendengar cerita tersebut. lalu AD berinisiatif menghubungi rekannya AL, SAI, RAM, dan AND yang merupakan rekan sesama pengemudi ojek online untuk datang dan mencari kelompok preman dimaksud dengan berboncengan menggunakan tiga unit sepeda motor.

Sementara DP tidak ikut karena harus mengantar penumpang.

Sekitar pukul 04.05 WIB, para pelaku menemukan keberadaan kelompok yang diduga preman tersebut yang diantaranya terdapat korban DA dan TI sedang nongkrong di TKP.

Selanjutnya ke enam pelaku tersebut menghampiri dan menegur korban.

Ketika menegur korban, para pelaku sempat melihat korban TI membawa pisau belati sehingga pelaku AD dan SAI langsung mendekap badan korban, kemudian diikuti pemukulan oleh pelaku lainnya terhadap korban TI dan DE secara bergantian menggunakan kayu dan batu, sementara satu orang teman korban berhasil melarikan diri.

"Kejadian tersebut dipicu adanya motif dendam pelaku (AD) yang pernah menjadi korban penjambretan dua minggu sebelumnya," terang Kombes Hengki, ketika rilis di Mapolres Metro Jakarta Barat, Jumat (2/3).

Masih menurut Hengki, kasus ini terungkap setelah anggota Tim Pemburu Preman (TPP) Polres Metro Jakarta Barat bersama Polsek Tambora sedang melakukan patroli wilayah sehingga langsung mengamankan ke enam pelaku pengeroyokan tersebut.

Sedangkan kedua korban pengeroyokan sempat di bawa ke Rumah Sakit Polri Sukanto Kramat Jati untuk diberikan pertolongan.

Namun pada hari Selasa (13/2) korban (DE) nyawanya tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia akibat pendarahan di otak.

Sedangkan korban (TI) mengalami luka berat dan masih dalam perawatan.

Sementara untuk barang bukti yang berhasil diamankan yaitu, satu potong kayu kaso, satu buah potongan papan kayu triplek, satu buah helm, dua buah jaket, satu bongkah batu sebesar kepalan tangan, tiga unit sepeda motor, tiga unit handpone, satu buah pisau belati, satu buah rekaman CCTV, satu setel pakaian korban, dan hasil keterangan Visum.

"Ke enam pelaku berikut barang bukti sudah kami amankan, dan untuk pelaku akan kami jerat dengan Pasal 170 ayat (2) KUHP tentang melakukan pemukulan bersama-sama yang menyebabkan korban meninggal dunia," tandas Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi SIK MH.

Hengki menegaskan, akan terus melakukan upaya dalam menekan angka kriminalitas dan aksi premanisme di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Barat.

"Apapun itu motifnya, intinya kami akan berusaha semaksimal mungkin dalam menekan aksi kriminalitas di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Barat, dan kami juga tegaskan, tidak segan-segan untuk melakukan tindakan tegas terukur kepada para pelaku kejahatan, jika mencoba melawan petugas," pungkasnya.




Info dan foto: www.sentralone.com.
Editor: Adit.


0 komentar:

Posting Komentar