Rabu, 07 Maret 2018

FLYOVER Bintaro Permai, Pesangrahan, Jakarta Selatan sejak Selasa (6/3) mulai diuji-coba atau open traffic. Jembatan yang menghubungkan antara Ulujami dengan Bintaro yang melintang di atas rel kereta api, diharapkan dapat mengurangi dampak kemacetan dan kecelakaan di perlintasan rel.

Kepala Bidang Jembatan dan Jalan Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo mengatakan uji coba dilakukan setelah pihaknya mendapatkan persetujuan dari Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno. Persetujuan ini setelah ia melakukan mengecek pembangunan pada Senin (5/2) malam.

"Semalam memang Pak Wagub datang ke jembatan ini melakukan pengecekan. Makanya hari ini kami untuk melakukan uji coba dan semua kendaraan sudah bisa melintas hari ini untuk uji coba," kata Heru, Selasa (6/3).

Menurutnya, dalam uji coba ini dilakukan untuk melihat perilaku pengendara yang melintas. Makanya sebelum jembatan tersebut diresmikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswenang pihaknya akan berusaha perbaikan sebelum resmi dibuka.

Flyover Bintaro Permai yang baru saja diuji coba dilengkapi dengan trotoar di sisi kanan dari arah Timur. Ini tujuannya untuk untuk pejalan kaki, sebab di jembatan tersebut mobilisasi pejalan kaki cukup tinggi yang menghubungkan dua daerah.

"Nanti dengan adanya trotoar ini pejalan kaki yang hendak menyebrang tidak perlu melintasi rel. Warga bisa menggunakan trotoar yang berada di sisi kanan flyover dari arah Timur, yang memiliki lebar 1,5 meter,"terangnya.

Ditambahkan oleh Kabid Jembatan dan Jalan, flyover yang memiliki panjang 381 meter ini, dihiasi dengan ornamen Betawi. Bagian tembok flyover terdapat ornamen gigi balang, baik di sisi luar maupun dalam. Selain itu, pada tiang-tiang jembatan juga dihiasi dengan lampu warna-warni.

Ini dilakukan tujuannya selain untuk melestarikan kebudayaan Betawi sesuai dengan Peraturan Gubernur No. 11 Tahun 2017 tentang Ikon Budaya Betawi, juga agar memiliki ciri khas sendiri.

"Saya juga mengimbau kepada pengendara yang melintas di fly over agar berhati-hati. Karena flyover digunakan untuk dua jalur yakni dari arah timur ke barat dan sebaliknya. Sebab jembatan tersebut tidak dibuat tembok pembatas hanya menggunakan marka jalan dan reflector lantaran keterbatasan lahan. Sehingga saya minta kecepatan kendaraan rata-rata hanya diperbolehkan 40 kilometer per jam,"pintanya. 




Info dan foto: www.poskotanews.com.
Editor: Ibnu.

0 komentar:

Posting Komentar