Senin, 12 Februari 2018

JEMBATAN Desa Karang Talun, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, Jawa Timur sudah satu minggu terakhir ditutup total oleh warga setempat. Pasalnya, jembatan yang sudah berusia 18 tahun itu rusak berat.

Jembatan yang dibangun oleh Dinas PU Kabupaten Kediri subdin Bina Marga pada tahun 2009 silam itu membahayakan. Akibat tergerus arus sungai yang deras pada musim penghujan belakangan ini, penyangganya ambrol dan tanggul penahannya retak.

Warga memasang rambu-rambu peringatan sederhana. Pengumuman yang disampaikan bahwa jembatan rusak dan ditutup total. Mereka juga memasang batang bambu melintang di dua sisi jembatan serta drum.

Akibat kejadian ini warga terpaksa berputar sejauh empat hingga enam kilometer melalui desa tertangga. Selain penghubung antar desa, jembatan berukuran 10 x 7 x 5 meter ini merupakan jalur alternatif penghubung wilayah Kabupaten Kediri dengan Tulungagung dan Blitar yang lebih diminati karena relatif sepi.

Dampak kerusakan Jembatan Karang Talun dirasakan langsung oleh Totok, warga setempat. Dia terpaksa meninggalkan pekerjaanya dalam jam-jam tertentu untuk mengantar jemput anaknya sekolah.

"Sebelum rusak, anak saya bisa berangkat dan pulang sekolah sendiri naik sepeda. Tetapi sekarang takut. Sehingga minta diantar. Saya menunggu di dekat jembatan, kemudian melintas bersama dengan jalan kaki," aku Totok, Senin (12/2).

Meskipun ditutup total, tetapi pejalan kaki memang masih bisa melewati. Tetapi, mereka sangat berhati hati. Itu sebabnya anak anak sekolah yang kebanyakan sekolahnya di seberang sungai memilih untuk minta diantar orang tuanya.

Warga mulai membuat jembatan alternatif dari batang bambu di sebelah jembatan rusak. Pembuatan jembatan darurat ini dilakukan secara swadaya mayarakat. Mereka mengaku, keberadaan jembatan karang talun sangat vital karena menjadi jalur transportasi utama untuk pertanian dan pendidikan.

"Ini menjadi sarana transportasi pertanian. Sebab, lahan pertanian warga banyak yang di barat sungai. Sehingga perekonomian disini menjadi lumpuh ketika jembatan tidak bisa dilalui. Kami terpaksa menutup karena membahayakan. Kami tidak ingin disalahkan apabila ada yang celaka," ujar Eko, perangkat Desa Karang Talun.

Warga telah melaporkan kerusakan Jembatan Karang Talun ke pemerintah. Mereka berharap jembatan penyeberangan jalur jalan umum daerah (PUD) tersebut segera diperbaiki agar perekonomian bisa lancar kembali.

Sementara itu, paska dilaporkan, pemerintah daerah telah menerjunkan timnya untuk melakukan survei lokasi. Bahkan, sudah didatangkan beberapa material pembangunan. 




Info dan foto: www.beritajatim.com.
Editor: Bowo.

0 komentar:

Posting Komentar