Kamis, 08 Februari 2018

BANJIR di Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur sudah surut. Warga kini sibuk membersihkan sampah dan endapan lumpur yang masih menggenangi rumahnya. Faisal, warga RT16 RW 07 Kampung Melayu, Jakarta Timur mengaku harus membersihkan rumahnya berkali-kali.

"Ini sudah dua kali. Kemarin waktu Selasa (6/2) air sempat surut. Rumah saya sudah bersih semua. Gak lama air datang lagi, banjir lagi. Capek, tuh sasaran orang bersihin rumah, gak kuat kalau sendiri" katanya saat ditemui di rumahnya, Kamis (8/2).

Faisal mengaku sudah terbiasa dengan banjir luapan Kali Ciliwung. Setiap kali Kali Ciliwung meluap, lingkungan rumahnya selalu tergenang namun hanya sebatas mata kaki. Menurut Faisal banjir tahun ini lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya.

"Terakhir tahun 2014 di sini banjir tinggi. Setelah itu banjir cuma semata kaki. Baru tahun ini lagi banjir tinggi, hampir 180-190 cm," tuturnya.

Faisal menambahkan dirinya bersama keluarga enggan mengungsi selama banjir. Selama banjir dia menempati lantai dua rumahnya.

"Saya gak ngungsi. Di atas saja (lantai dua). Kalau ada perlu apa-apa, misalnya beli makan baru turun," ujarnya.

Dalam penanganan banjir kiriman dari hulu sungai Ciliwung, Faisal tidak berharap banyak kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Menurutnya Pemprov DKI tidak dapat berbuat banyak mengatasi banjir kiriman.

"Kalau banjir kiriman susah. Harusnya yang di sana (hulu) yang harus banyak dibuat sodetan agar airnya bisa dibuang," imbuhnya.

Selain warga, beberapa anggota Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) mengelilingi pemukiman pasca banjir untuk mengangkut sampah yang sebelumnya sudah dikumpulkan warga di depan masing-masing rumah.



Info dan foto: www.poskotanews.com.
Editor: Ibnu.


0 komentar:

Posting Komentar