Senin, 19 Februari 2018

PROSES perbaikan talud longsor di Desa Ledokdawan, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah akhirnya rampung. Kondisi ini menjadikan perjalanan kereta api dari Solo menuju Semarang melalui Stasiun Gundih, Kecamatan Geyer kembali normal mulai hari ini, Senin (19/2).

Sebelumnya, perjalanan kereta sempat dialihkan melalui Stasiun Ngrombo dan Gambringan di Kecamatan Toroh. Pengalihan jalur dilakukan menyusul adanya talud rel kereta api yang longsor di titik KM 61+7/8 di Dusun Bayo, Desa Ledokdawan, Sabtu (17/2).

Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang Suprapto menyatakan, perbaikan longsoran sudah selesai pada Minggu (18/2) malam. Kemudian, pada malam itu juga ada kereta yang melintasi jalur tersebut pada pukul 19.35 WIB.

Yakni, KA 175 atau KA Brantas relasi Blitar-Jakarta. Meski bisa dilalui, namun kecepatan kereta masih dibatasi sekitar 5 km/jam ketika melintasi di lokasi longsor.

"Jalurnya sudah normal mulai tadi malam. Namun, kecepatan kereta masih dibatasi sampai kondisi tanah stabil," jelasnya.

Menurut Suprapto, longsornya talud memang sempat menyebabkan perjalanan kereta sedikit terganggu. Untuk langkah antisipasi, rute kereta terpaksa dialihkan. Yakni, dari Solo Balapan-Gundih-Kedungjati-Brumbung-Semarang Poncol menjadi Solo Balapan-Gundih-Gambringan-Ngrombo-Kedungjati-Brumbung-Semarang Poncol.
 
"Selama dua hari, kita bikin rekayasa pengalihan jalur kereta setelah ada musibah longsor. Kondisi itu mengakibatkan adanya keterlambatan kereta hingga 1 jam dan kami sudah menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan dan ketidaknyamanan yang terjadi akibat adanya musibah longsor kemarin," ujarnya.

Seperti diberitakan, longsornya talud itu diketahui sekitar pukul 05.00 WIB. Akibat talud yang longsor tersebut, tanah dibawah bantalan rel tergerus sehingga tidak mungkin dilalui kereta. Dilihat dari samping, rel kereta tampak seperti jembatan karena tanah dibawahnya ambrol.

Talud yang longsor tersebut berada dipinggir tikungan sungai. Panjang longsoran mencapai 30 meter, kedalaman 2 meter dan lebar hingga pinggir sungai mencapai 10 meter.

Longsornya talud diketahui salah seorang warga yang lewat jalan setapak disisi selatan rel. Sesampai di lokasi, warga tersebut melihat talud rel longsor.

Kejadian itu kemudian segera dilaporkan pada warga setempat yang bekerja jadi pegawai PT KAI. Selanjutnya, informasi itu secepatnya diteruskan ke Stasiun Gundih dan pihak terkait lainnya.



Info dan foto: www.murianews.com.
Editor: Ibnu.



0 komentar:

Posting Komentar