Rabu, 07 Februari 2018

PEGAWAI Pemkot Serang, Banten kembali menyerahkan Elang Ular Bido kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat wilayah I Serang.

Sebelumnya kurang lebih seminggu yang lalu beberapa warga Kota Serang menyerahkan hewan yang dilindungi di antaranya Elang Brontok Fase Gelap dengan nama latin Nizaetus Cirratus, Elang Jawa dengan nama latin Spizaetus Bartelsi, dan Elang Ular Bido dengan nama latin Spilomis Cheela.

"Jadi dalam seminggu ini sudah empat elang yang sudah diserahkan pada kami. Dan ini suatu sikap yang baik yang dimiliki masyarakat karena sadar dengan hewan-hewan yang dilindungi. Kami juga berterima kasih pada media yang membantu mengedukasi masyarakat agar menyerahkan hewan-hewan yang dilindungi oleh pemerintah," ujar Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat wilayah 1 Serang, Andre Ginson ditemui di kantornya di Ciracas, Kecamatan Serang, Kota Serang.

Andre juga mengapresiasi penyerahan hewan dilindungi tersebut. Ia berharap bahwa kesadaran menyerahkan hewan dilindungi tersebut bisa ditiru oleh siapa pun yang sampai saat ini masih memeliharanya di rumah.

Menurutnya, Pasal 21 ayat (2) huruf (a) UU Nomor 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya mengatur tentang sanksi bagi setiap orang yang menangkap, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup. Ketentuan pidana bagi siapa saja yang melakukan pelanggaran tersebut dapat dikenai penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp100 juta.

Andre menyatakan bahwa sebelum dilepasliarkan ke alam bebas, elang tersebut akan dihabitasi di Lembaga Konservasi Satwa di Bogor.

"Semua elang yang diserahkan ke kami dalam keadaan sehat dan sudah jinak sehingga perlu kita habitasi terlebih dahulu sebelum dilepas ke hutan. Kita latih agar elang itu bisa mencari makan sendiri di alam bebas," ujarnya.

Elang Ular Bido adalah sejenis elang besar yang menyebar luas di Asia, mulai dari India di barat, Nepal, Srilanka, terus ke timur hingga Cina, ke selatan melintasi Asia Tenggara, Semenanjung Malaya, kepulauan Sunda Besar, hingga ke Palawan di Filipina. Elang ini merupakan anggota suku Accipitridae.

Makanan utama dari Elang ular adalah Ular-ular kecil, burung-burung kecil sampai ke mamalia kecil seperti tikus atau kelinci yang mempunyai ukuran yang kecil. 




Info dan foto: www.bantennews.co.id.
Editor: Ferry.


0 komentar:

Posting Komentar