Senin, 12 Februari 2018


 
JALUR alternatif yang menjadi jalan lintasan warga pasca penutupan jalur puncak akibat longsor beberapa hari lalu longsor.

Material batu dan tanah yang turun dari tebing, menutupi separuh bahu jalan. Akibatnya akses jalan Jalur puncak 2 Citeureup – Sukamakmur, sebagai jalur alternatif menuju Bogor – Cipanas Cianjur, mengalami kepadatan.

Dari informasi yang diperoleh, longsor yang menutupi separuh bahu jalan ini terjadi di Kampung Leuwi Bilik, RT 05/ 06, Desa Tajur, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.

Longsor dari tebing setinggi 15 meter dengan Lebar 8 meter ini terjadi, pada Sabtu (10/2/2018) sekitar pukul 20.30 WIB malam, akibat curah hujan yang terus melanda kawasan ini. Kepolisian Polsek Citeureup dan Koramil 2104 turun kelokasi, guna membersihkan puing-puing material dari bahu jalan, guna membuka akses bagi kendaraan yang melintas.

"Anggota dibantu masyarakat sekitar, bergotong royong membersihkan material longsor dari badan jalan. Berkat kerja sama tersebut, Minggu (11/2/3018) pagi, jalur sudah dapat dilalui meski hanya separuh badan jalan dengan sistim bergantian,"kata AKP Ita Puspita Lena, Kasubag Humas Polres Bogor.

Mayor Inf Herdis, Danramil 2104 Citeuereup, menambahkan proses pembersihan lumpur dari bahu jalan masih berlangsung dengan alat manual.

"Karena masih ada penutupan jalur Puncak Bogor, jalur Puncak 2 menjadi jalur alternatif. Sekarang longsor, maka harus segera dibersihkan, agar jalur dari Bogor ke Cipanas dan sebaliknya melalui Citeureup dan Sukamakmur, tidak terganggu,"katanya.




Info dan foto: www.poskotanews.com.
Editor: Bowo.


0 komentar:

Posting Komentar