Kamis, 08 Februari 2018

PRESTASI yang diraih gadis cantik asal Dukuh Lemahbang, Desa Sumbergirang, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah ini sangat membanggakan. Meski berasal dari desa dan hanya anak sopir truk, Khuzyia Rizqi Triavi Ananda (21) berhasil mengukir prestasi internasional.

Gadis ini berhasil keluar sebagai juara pada Olimpiade Sains di Thailand, yang digelar 2-6 Februari 2018 lalu. Untuk mengikuti even ini, mahasiswi semester enam Fakultas Biologi Undip Semarang ini bersama dua rekannya harus mengeluarkan kocek sendiri untuk sampai ke Thailand.

Pasalnya, biaya delegasi dari fakultas dan universitas yang diwakilinya belum cair. Meski demikian, Nanda tetap bertekat dan membuktikan kualitasnya. Meskipun ia harus bersaing dengan ratusan mahasiswa cerdas dari Negara-negara Asia Tenggara, seperti Malaysia, Thailand, Filipina dan Singapura.

Ayah Nanda bernama Yudi, berprofesi sebagai sopir truk, sedangkan ibunya bernama Rustiah seorang pedagang ikan di Pasar Lasem.

Yudi mengaku, untuk mendukung prestasi anaknya, ia rela mengeluarkan biaya yang tak sedikit. Untuk mengurus paspor dan visa saja, ia harus rela mengeluarkan uang puluhan juta rupiah agar anaknya ikut lomba.
 
"Untuk mengurus paspor dulu itu empat juta rupiah, sedangkan biaya tiket pesawat lima juta rupiah, itu belum yang lain-lain, gak terhitung," kata Yudi.

Untuk biaya kuliah, persemester Yudi mengaku harus mengeluarkan Rp 19 juta untuk ongkos kuliah dan biaya hidup. Karena, jurusan yang diambil adalah biologi yang membutuhkan banyak praktek.

"Per semester itu Rp 4,5 juta, setiap pekannya Rp 500 ribu. Soalnya jurusan yang diambil anak saya itu banyak yang praktek untuk beli bahan-bahan itu," ujarnya.

Meski demikian, ia mengaku sangat bangga karena putrinya mampu mengukir prestasi internasional. Ia mengaku tak segan mendukung putrinya, apalagi sejak SMP dan SMA Nanda sudah terlihat prestasinya, dengan memenangi sejumlah lomba.


Info dan foto: www.murianews.com.
Editor: Ibnu.

0 komentar:

Posting Komentar