Senin, 12 Februari 2018

BADAN Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Aceh mengungkap penyelundupan 20 kg narkotika jenis sabu dari Penang, Malaysia, yang dimasukkan ke dalam bungkus teh China dari tangan seorang tersangka Edi (35 tahun) di kediamannya di Lapang, Aceh Utara, Sabtu 10 Februari 2018.

Kepala BNNP Aceh, Faisal Abdul Naser, Senin (12/2), kepada awak media di Banda Aceh mengatakan, 20 kg sabu tersebut merupakan hasil pengembangan dari penemuan sabu seberat 40 kg sebelumnya pada 10 Januari 2018 di Idi, Aceh Timur.

Kepala BNNP Aceh menambahkan, tersangka Edi mengaku dirinya hanya berprofesi sebagai kurir saja. Sementara barang yang berada di tangannya merupakan pesanan dari Ikbal alias Dek Bat (30) warga Matang Neuheun, Kecamatan Nurussalam Aceh Timur yang buron pada kasus penangkapan 40 kg sabu di Idi.

"Jadi dek Bat ini sebelummya terlibat dalam kasus sabu 40 kg, ternyata dia tidak kapok malah kirim lagi 20 Kg," katanya.

Setelah menangkap Edi, BNN bekerja sama dengan polisi mengincar Dek BaT yang diketahui sedang berada di Aceh Besar. Pada hari yang sama Dek Bat beserta satu orang tersangka lainnya Said Samsul warga Matang Geulumpang Dua Bireuen berhasil diamankan polisi di Lamtutui, Peukan Bada, Aceh Besar.

Berdasarkan pengakuan tersangka Dek Bat, dirinya sudah 4 kali memesan sabu dari Penang Malaysia, dengan jumlah total 107 kilogram dengan harga jual diprediksi mencapai milyaran rupiah. Hinga saat ini BNN bekerja sama dengan Jabatan Siasatan Jenayah Narkotik Polis Diraja Malaysia (JSJN PDRM) sedang mengusut jaringan narkoba internasional ini.

Sementara itu, ketiga tersangka dipersangkakan pasal berbeda di antara pasal 114 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1, pasal 113 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1, pasal 112 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1  UU Narkotika Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman mati. Sementara penyidikan lebih lanjut akan ditangani oleh BNN Pusat.

"Ini bisa  hukuman mati," ujarnya. 



Info dan foto: www.mediaaceh.co.
Editor: Bowo.


0 komentar:

Posting Komentar