Selasa, 06 Februari 2018

SEJUMLAH desa di Kecamatan Mejobo, Kudus, Jawa Tengah masih tergenang banjir. Di antaranya Desa Mejobo dan Desa Temulus serta Kesambi. Air bahkan masuk ke rumah-rumah warga dan menggenangi areal persawahan, Selasa (6/2).

Seperti di rumah Sukarmi (38), terletak di Dusun Mejobo Kidul air masih terlihat menggenangi teras depan. Sementara di bagian dalam, nampak masih basah karena baru saja dibersihkan.

"Kalau air sampai di rumah saya, itu tengah malam, sekitar pukul 24.00," ucapnya.

Ia mengungkapkan, banjir terjadi karena tumpahan air dari sungai yang ada di Desa Mejobo dan Temulus. Selain itu, kiriman banjir juga disebabkan karena tanggul Sungai Piji di Desa Hadiwerno jebol, pada Senin (5/2) sore.

"Ini nanti kalau surut ya bergantung cuaca, kalau hujan tak kunjung reda ya agak lama. Namun kalau cuaca panas sehari sampai dua hari bisa surut," ungkapnya.

Hal serupa diungkapkan oleh Sulasih, warga Desa Mejobo. Menurutnya air sudah masuk ke rumahnya sejak pukul 18.00 WIB, Senin petang.

"Ini airnya dari sungai yang ada dibelakang rumah saya. Kemarin itu selutut, tapi sekarang sudah surut," ucapnya.

Banjir, kata Sulasih, juga berasal dari luapan Sungai yang ada di Dekat Pasar Mbrayung. "Ini paling bisa surut satu dua hari, kalau daerah Kesambi mungkin tiga harian," tuturnya.

Di Desa Temulus kondisi terbilang lebih parah. Dari pantauan, banyak rumah yang kemasukan air. Selain itu, air juga masuk ke SD 5 Temulus, dan mengakibatkan sekolah diliburkan.
 
Selain itu, kondisi sungai yang membelah desa tersebut juga masih penuh dengan air. Air terlihat merangsek memasuki jalan-jalan kampung, mencari jalan menuju ke persawahan, yang lebih rendah.

Diberitakan sebelumnya, hujan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Kudus pada Senin pagi hingga sore. Hal itu menyebabkan debit air di sungai-sungai meningkat. Selain itu, arus lalulintas pada jalur Kudus-Pati sempat tergenang, sehingga menyebabkan kepadatan arus kendaraan.




Info dan foto: www.murianews.com.
Editor: Bowo.


0 komentar:

Posting Komentar