Jumat, 12 Januari 2018

KEBERADAAN telaga (Telogo Pegat) yang dibangun oleh Sunan Giri, hingga saat ini masih tetap dipergunakan oleh masyarakat. 

Namun, seiring PDAM Gresik masuk ke kawasan Bukit Giri, maka fungsi telaga tersebut semakin berkurang, sehingga banyak tumbuhan tanaman liar ditambah bau busuk dan kurang sedap dipandang. 

Menyadari hal itu, masyarakat bersama Kodim 0817 Gresik beramai-ramai membersihkan telaga peninggalan Sunan Giri yang masuk ke dalam situs budaya. 

Ada ratusan masyarakat warga sekitar telaga itu yang berasal dari Kelurahan Sidomukti, Ngargosari, Kawisanyar, dan Desa Giri bergotong-royong mengangkat tanaman liar serta lumut yang banyak tumbuh di sekitar telaga. 

Komandan Distrik Militer (Dandim) 0817 Gresik, Letkol Kav Widodo Pujiyanto mengatakan, untuk membersihkan telaga tersebut pihaknya mengerahkan anggota dan dibantu masyarakat sekitar. 

"Saat membersihkan tidak hanya di pinggir telaga, tapi juga di tengah karena di tempat tersebut banyak juga ditumbuhi tanaman liar," katanya, Jumat (12/01). 

Ia menambahkan, kegiatan bersih-bersih ini juga untuk mengajak kepedulian masyarakat. Sebab, jika tidak dibersihkan dikhawatirkan area telaga peninggalan Sunan Giri akan banyak lagi tanaman liar yang mengganggu pemandangan. 

"Kalau dibersihkan kan kelihatan lebih asri dan sangat bagus dipandang mata," tambahnya. 

Sementara itu, salah satu warga yang turut bergotong-royong, Udin (38) asal Kawisanyar menuturkan, sampai saat ini telaga peninggalan Sunan Giri itu oleh masyarakat sekitar tetap dipakai mandi dan mencuci pakaian. 

"Saat PDAM belum masuk ke lingkungan kami, telaga ini ramai sekali. Tapi, sekarang ini yang memanfaatkan jauh berkurang," tandasnya. 



Info dan foto: www.beritajatim.com.
Editor: Adit.


0 komentar:

Posting Komentar