Selasa, 23 Januari 2018


Sedih dan bingung dialami pasangan muda Peppy Nindy Ully Artha dan Wahyudi Setiono. Pasalnya, anaknya Selina Hafla Azzahra berumur 9 bulan terdiagnosa HIE (hypoxic ischemic encephalopathy), penyakit yang terjadi karena terlalu lama di jalan lahir akibat kurangnya oksigen, semacam trauma otak.

Selain itu, bayi Selin juga terdiagnosis mengalami bocor jantung jenis ASD.

Selin lahir pada 10 April 2017, dalam keadaan tubuh yang membiru. Tidak seperti bayi lainnya, Selin lahir tak menangis. Bahkan ketika bidan yang membantu proses kelahiran menepuk-nepuk, Selin tak kunjung menangis, atau bersuara.

Selin yang lahir di salah satu RSUD Jakarta, harus langsung masuk ruang NICU.

"30 hari Selin di NICU dokter menyarankan untuk merujuk Selin ke RSAB Harapan Kita karena di sana spesialis jantung anak," ujar Yudi, panggilan ayah Selin, Senin (22/1).

Tapi selin belum bisa bernafas sendiri masih selalu butuh alat bantu nafas (ventilator). Jadi untuk rujuk ke RSAB harus tunggu kondisi selin bisa bernafas sendiri dan semuanya baik baik aja.

Setelah 36 hari elin di Nicu Selin dibawa ke RSAB Harapan Kita. Selin menjalani banyak sekali pemeriksaan dari mulai EEG, CT Scan, USG kepala.

"Hasil diagnosa awal Selin mengidap hidrosefalus non komunikans. Tapi di lihat dari kaki dan tangan Selin yang suka kaku dan kejang beberapa dokter mengatakan, Selin mengidap Cerebral Palsy yang artinya lumpuh otak, bocor jantung ASD, pnumonia," papar Yudi.

Usia Selin saat ini 9 bulan. Tapi bayi cantik Yudi  belum bisa apa apa, hanya bisa berbaring. Minum pun jika dengan oral Selin selalu tersedak. Jadi saat ini Selin minum dengan NGT atau sonde.

Saat ini yang selin butuhkan adalah fisioterapi , karena di usianya mata Selin belum bisa fokus.

"Untuk mengejar ketertinggalan Selin yang telah menginjak usia 9 bulan, berarti kami harus ke fisioterapi umum  yang membutuhkan banyak sekali biaya.

Saya cuma ingin Selin lekas sembuh dan bisa seperti teman teman seusianya," ungkap Yudi.

Untuk menjalani perawatan jalan, Yudi sekeluarga yang tinggal di daerah Lenteng Agung, Jakarta Selatan, mengatakan perlu biaya banyak yang harus dikeluarkan. Apa yang dialami Selin, menurut ayahnya tak bisa tercover BPJS.

Saat ini, dalam meringankan biaya, teman-teman dari orang tua Selin mencoba membantu mengumpulkan biaya, demi kesembuhan bayi cantik tersebut.



Info dan foto: Redaksi.
Editor: Ibnu.

0 komentar:

Posting Komentar