Senin, 08 Januari 2018

IRWANSANI (19), pemuda asal Dusun Ngareslor, Desa Ngareskidul, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto hanyut di sungai Dusun Banci, Desa Kemantren, Kecamatan Gedeg sejak Minggu (7/1) sore. Hingga kini belum ditemukan.

Teman korban, Boga menuturkan, jika ia bersama korban dan dua teman lainnya mandi di sungai Dusun Banci sekira pukul 17.00 WIB. "Kami habis membongkar genting warga, kemudian kami mandi di sungai dengan cara melompat dari jembatan," ungkapnya, Senin (8/1).

Masih kata Boga, karena arus sungai deras dan korban tidak bisa berenang, akhirnya korban tenggelam di pusaran air. Korban terbawa pusaran air langsung hanyut, saksi dan dua temannya mencoba menolong tapi arus semakin deras sehingga ketiganya memilih menyelamatkan diri.

"Kami mencoba menolong tapi arus sungai cukup deras, kami berhasil selamat tapi korban tidak bisa kami selamatkan. Kami kemudian meminta tolong warga dan sejumlah warga juga turut melakukan pencarian tapi tidal juga ditemukan," katanya.

Sementara itu, Kapolsek Gedeg, AKP Suwoco membenarkan, jika pasca laporan adanya korban hanyut tersebut telah ditindaklanjuti dengan berkoordinasi dengan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto. "Sejak semalam, sudah lakukan pencarian," ujarnya.

Tak hanya anggota BPBD Kabupaten Mojokerto, bahkan sejumlah relawan dan anggota Basarnas turut dilibatkan dalam pencarian korban hingga Senin. Namun, tegas Kapolres, hingga hingga keberadaan korban belum juga ditemukan. Akibat kejadian tersebut, lokasi kejadian dibanjiri warga yang penasaran.  




Info dan foto: www.beritajatim.com.
Editor: Adit.


0 komentar:

Posting Komentar