Kamis, 04 Januari 2018

BELASAN Babinsa Koramil Tahunan membantu proses tanam padi di sawah milik warga Dukuh Tendoksari, Desa Tahunan, Kecamatan Tahunan, Kamis (4/1). Hal itu untuk membantu percepatan tanam pada Musim Tanam (MT 1).

Bati Tuud Koramil Tahunan Pelda Nurdin Malang Yudo mengatakan, pihaknya sengaja menurunkan 14 personel untuk membantu petani memasuki MT I.

"Semestinya MT I dimulai bulan Desember hingga Maret. Namun ini sedikit terlambat. Selain karena ini sawah tadah hujan, juga karena kekurangan tenaga tanam," ujarnya, yang juga Babinsa Desa Tahunan.

Ia memaparkan sawah milik kelompok tani Ngudi Hasil, memiliki luas 7 hektare. Namun yang tertanam baru 5 hektare. Adapun, jenis padi yang ditanam adalah Ciherang menggunakan pola Jajar Legowo.

Nurdin memaparkan, sawah tersebut harus ditanami padi secara manual. Lantaran, jika mengunakan transplanter (alat tanam padi) kedalaman lumpur tidak memenuhi syarat.
 
"Jika memakai transplanter, teorinya kedalaman lumpur minimal 20-35 cm. Hal itu untuk menghindari benih padi kembali tercabut karena kedalaman lumpur kurang dalam," paparnya.

Prayitno Sekretaris Desa Tahunan mengatakan, keterlambatan MT I di Dukuh Tendoksari karena kurangnya ketersediaan air.

"Soalnya sawah ini tadah hujan dengan dua kali musim tanam padi dan sekali palawija. Tahun ini terbantu karena adanya les (bendung) Tendoksari," terangnya.

Terkait produktifitas padi, dalam satu hektare sawah padi hasilnya sekitar 6 ton gabah. Meskipun demikian, pihaknya mengeluhkan menyusutnya lahan pertanian khususnya padi.

"Dulu ada sekitar 25 hektare sawah di seluruh desa, namun kini tingal sekitar 12 hektare. Hal itu karena berubah menjadi gudang meubel atau ditanami pohon keras," ungkapnya. 



Info dan foto: www.murianews.com.
Editor: Ferry.


0 komentar:

Posting Komentar