Jumat, 05 Januari 2018

KARENA kesal sering terjadi kecelakaan, Warga Peudawa Puntong, Kecamatan Idi Timur, menanam pohon pisang di tengah jalan raya, tepatnya di depan pusat Pemerintahan Kabupaten Aceh Timur. 

Pohon pisang dengan berkukuran sedang itu ditanam warga karena kesal selama ini pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN I) provinsi Aceh tidak menghiraukan  penguna jalan lintas Medan-Banda Aceh yang kian hari semakin banyak terjadinya kecelakaan di kawasan jalan rusak tersebut.

"Kalau tidak kami tanam pohon itu, kami harus mengadu kepada siapa coba, lagian itu bukan urusan Kabupaten, sudah banyak korban bang dilobang itu, dalam minggu ini saja ada dua orang yang kecelakaan, rencananya kalau tidak diperbaiki segera kami akan cor tiang disana untuk menandakan bahwa jalan sedang rusak," ungkap Firdaus warga setempa, Jumat 05 Januari 2018.

Sementara Basri, Koordinator Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) meminta kepada Kepala Balai I Aceh memerintahkan anak buahnya untuk segera memperbaiki jalan lintas provinsi tersebut karena sudah sangat menganggu kenyamanan pengguna jalan.

Bahkan kata Basri, pihaknya bersama warga berencana akan membawa korban kecelakaan akibat lobang ditengah jalan itu ke Kantor BPJN I Aceh untuk meminta pertanggung jawaban atas kerugian materil, fisik dan spikologi (trauma) yang dialami korban akibat kecelakaan tersebut.

"Bila perlu kita akan bawa korban ke Kantor BPJN I Aceh untuk meminta pertanggung jawaban atas kecelakaan dan cacat fisik korban akibat kecelakaan dilobang ditengah jalan itu dan kami berencana akan melaporkan hal itu kepada pihak penegak hukum jika tidak mau dibayar," Kata Basri. 

Sambung Basri, jalan lintas provinsi tepatnya didepan pusat pemerintah Kabupaten Aceh Timur itu baru saja dibagun lebih kurang selama 2 tahun. Namun, jalan tersebut kembali rusak bahkan lebih parah dari sebelum diperbaiki.

"Kepala Balai harus menekankan pihak rekanan yang mengerjakan jalan itu, menurut dugaan dikerjakan oleh perusahaan di persimpangan Buket Leusong Julok Cut, dan bila perlu Blacklist perusahaannya karena pengerjaannya sangat hancur" Sambung Basri. 

Dirinya meminta kepada Kepala Balai I Aceh agar lebih tepat dan meninjau ulang perusahaan yang mengikuti tender jalan," Jika perusahaan itu memiliki sejarah kelam, Blacklist saja, untuk apa setelah mereka pegang proyek malah masyarakat yang susah," Pungkas Basri.



Info dan foto: www.mediaaceh.co.
Editor: Ibnu.


0 komentar:

Posting Komentar