Jumat, 05 Januari 2018

PETUGAS Gabungan yang terdiri dari Satpol-PP, Polisi, TNI dan aparat pemerintah Kecamatan Pulomerak serta tokoh masyarakat menutup sebanyak empat lapak yang diduga dijadikan warung remang-remang (Warem) di Lingkungan Sukajadi, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Cilegon, Banten, Jumat (5/1).

Penutupan lapak tersebut karena dinilai meresahkan masyarakat lantaran sering menjual minuman keras jenis oplosan dan juga menyediakan wanita penghibur.

Selain itu miras oplosan tersebut juga banyak dikonsumsi para pelajar. Sehingga mrmbuat geram warga sekitar.

Dalam penutupan lapak tersebut sempat terjadi bersitegang antara pemilik lapak dan petugas yang melakukan eksekusi. Namun demikian hal itu tidak berlangsung lama.

Petugas akhirnya bisa melakukan eksekusi penutupan. Pemilik lapak pun pasrah barang yang ada di dalam ruangan diangkut keluar.

Plt Camat Pulomerak, Juhadi M Syukur mengatakan bahwa penutupan terhadap lapak yang diduga dijadikan Warem tersebut secara permanen. Penutupan itu juga berdasarkan laporan warga kepada pihak kelurahan yang mengeluhkan lapak tersebut karena sering dijadikan tempat maksiat.

"Seluruh lapak ini menjual miras oplosan dan ada juga yang menyediakan wanita penghibur. Namun yang paling membuat resah adalah miras ini ternyata banyak dikonsumsi para pelajar. Saya punya rekaman videonya dari warga banyak anak sekolah keluar dari lapak ini beli miras," terangnya ditemui di lokasi.

Dikatakan bahwa, penutupan lapak itu sudah sesuai prosedur, dimana sebelumnya terdapat surat peringatan dan teguran agar tidak lagi menjual miras. Namun ternyata pemilik lapak membandel.

"Mereka ini susah, sudah diperingati tetap saja menjual miras dan juga menyediakan PSK. Bahkan kadang pindah-pindah. Sudah ditegur beberapa kali, namun tetap saja bandel. Akhirnya kita bongkar karena nanti khawatir malah warga yang bertindak," ucapnya.

Setelah dilakukan penutupan pihaknya kemudian melakukan pengawasan supaya lapak tersebut tidak lagi membuka usahanya.

"Kita minta supaya pihak kelurahan terus memantau. Kalau masih membandel kita ambil tindakan tegas dengan melakukan upaya hukum," tandasnya.




Info dan foto: www.bantennews.co.id.
Editor: Ibnu.


0 komentar:

Posting Komentar