Selasa, 16 Januari 2018

RATUSAN penumpang asal Pulau Bawean terlantar di Pelabuhan Gresik akibat cuaca buruk. Imbas cuaca buruk, dan gelombang tinggi di Perairan Laut Jawa membuat terhentinya lalu lintas pelayaran selama sepekan.

Terakhir, ratusan calon penumpang asal Pulau Bawean harus mengeluarkan biaya ekstra untuk menyewa penginapan, dan akomodasi hingga mencapai ratusan ribu rupiah.

"Saya terpaksa menyewa penginapan selama sepekan akibat tidak ada kapal penumpang yang berangkat," ujar Hasyim (40) penumpang asal Sangkapura, Bawean, Selasa (16/01).

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjung Perak Surabaya. Tinggi gelombang di Perairan Laut Jawa mencapai 3 meter. Selain cuaca ekstrim, cuaca buruk tersebut mengancam keselamatan penumpang. Apalagi jarak Gresik ke Pulau Bawean sejauh 80 mil. 

"Kalau kondisi seperti ini terus kami berharap Pemkab Gresik segera menyediakan kapal bantuan menuju ke Pulau Bawean," ujar Hasyim.

Humas Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Gresik, Nanang Afandi menuturkan, terkait dengan cuaca buruk ini pihaknya menghimbau para operator kapal meningkatkan kewaspadaan.

"Kami berharap pihak operator kapal memantau perkembangan laporkan BMKG karena kondisi cuaca sulit diprediksi," tandasnya. 




Info dan foto: www.beritajatim.com.
Editor: Ferry.


0 komentar:

Posting Komentar