Rabu, 17 Januari 2018

JALAN Protokol Kota Cilegon, Banten, dikeluhkan masyarakat. Jalan pusat Kota Industri itu makin tak nyaman digunakan untuk berlalu lintas lantaran kian hari makin padat, sehingga kerap menimbulkan kemacetan.

Selain itu bila malam hari jalan protokol Kota Cilegon cukup angker. Sebab, banyak truk industri melintas. Sehingga rawan terjadi kecelakaan dan membuat jalan kota rusak.

"Jalan pusat Kota Cilegon juga bolong-bolong pada rusak. Kalau bawa motor ngeri juga," ujar Heri (35) serorang warga Kota Cilegon, Rabu (17/1).

Dia mengaku tak nyaman saat melintas di jalan protokol. Apalagi pada malam hari, dia merasa ngeri.

"Kalau malam itu truk gede-gede melintas berjejer. Ngeri kalau lewat," aku pria seorang pegawai swasta itu.

Senada dikatakan Ahmadi (45) warga Cilegon lainnya. Dia menyatakan bahwa jalan protokol Kota Cilegon makin padat dan macet.

"Apalagi di saat jam berangkat dan pulang kerja, macetnya hingga berjam-jam," terangnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon, Andi Affandi menyatakan bahwa pihaknya tidak bisa melarang angkutan truk yang melintas di jalan protokol. Sebab memang jalan protokol merupakan jalan nasional.

Namun demikian, kata dia, sudah ada aturan yang membatasi truk melintas di jalan protokol. "Truk boleh melintas di Jalan Protokol diatas jam 22.00 WIB," ujar Andi.

Dia berharap dengan adanya wacana Jalan Lingkar Utara (JLU) yang diprogramkan Pemkot Cilegon ke depan bisa membatasi truk yang melintas di Kota Cilegon.

"Nanti truk ini bisa kita alihkan melalui JLU bila nanti sudah selesai dibangun. Sehingga tidak melintas di jalan Kota lagi," terangnya belum lama ini.




Info dan foto: www.bantennews.co.id.
Editor: Ibnu.

0 komentar:

Posting Komentar