Sabtu, 20 Januari 2018


MESKI telah bebas melintas di Jalan MH Thamrin dan Sudirman, tetapi pemotor harus tertib lalu lintas. Jangan sekali-kali mencoba keluar jalur khusus yang telah disiapkan bila tidak ingin ditilang.

Saat ini, Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta tengah mengkaji soal sanksi bagi pengendara motor yang tidak melewati jalur khusus motor. Tindakan paling tegas yang akan dilakukan adalah sanksi tilang.

“Jadi ada beberapa tahapan. Tahapan pertama kami siapkan jalur supaya bisa memastikan mana jalur kendaraan roda dua mana roda empat. Jalurnya memang hanya karpet kuning dibatasi dengan marka jalan tidak putus-putus. Kami akan lihat efektivitasnya,” tegas Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta, Andri Yansyah, Jumat (19/1).

Andri memaparkan, apabila jalur khusus motor tidak efektif dalam mengatur kendaraan roda dua di ruas Jalan Sudirman-Thamrin, pihaknya akan mencoba usulan dari Dirlantas Polda Metro Jaya yakni sistem ganjil genap.

“Jadi kami belum terapkan dulu. Kami evaluasi dan kaji dulu bisa nggak terapkan ganjil-genap. Kalau seumpama ganjil-genap masih juga bandel ya mohon maaf kami tindak tegas,” katanya. “Kami tilang sesuai kesalahan karena Sudirman-Thamrin disepakati jadi kawasan tertib lalu lintas,” andas Andri.

Jalur khusus pemotor ini dibuat pasca-pencabutan Peraturan Gubernur (Pergub) Larangan Motor di Thamrin oleh Mahkamah Agung (MA). Marka jalan tersebut dibuat di Jalan Medan Merdeka Barat yang mengarah ke Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.




Info dan foto: www.poskotanews.com.
Editor: Ferry.

0 komentar:

Posting Komentar