Rabu, 10 Januari 2018

 


SATUAN Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pandeglang, Banten menggaruk sejumlah siswa dari berbagai sekolah saat razia pelajar. Sekitar 15 orang siswa berhasil diamankan Satpol PP saat bolos dan kedapatan sedang main judi Remi.

Ke 15 orang siswa tersebut berasal dari sekolah SMK 2 Pandeglang, SMK 1 Pandeglang, SMK 8 Pandeglang, Mts Cidangiang, SMK 7 Pandeglang. Selain dilakukan pembinaan di Markas Satpol-PP, ada juga beberapa siswa yang langsung diserahkan kepada pihak sekolah untuk dilakukan pembinaan.

Kasi Pengawasan dan Penyuluhan Satpol PP Pandeglang, Agus Mulyana mengatakan, saat razia pelajar itu anggotanya menemukan beberapa pelajar sedang asik main judi Remi di gang rumah warga. Mengetahui ada razia, pelajar tersebut berhasil melarikan diri dan anggotanya hanya mengamankan barang bukti berupa kartu remi.

"Yang parahnya saat ditangkap mereka lagi judi (main Remi), terlepas itu pakai uang atau tidak tapi kami amankan barang bukti berupa kartu remi. Yang main Remi pada kabur saat melihat anggota kami, kenapa tidak di kejar sama anggota, alasannya kami takut saat di kejar malah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti takut tertabrak kendaraan," bebernya, Rabu (10/1).

Diakui Agus, saat ditanya alasan para siswa itu bolos sekolah, karena mereka kesiangan dan tidak berani masuk sekolah sehingga memilih nongkrong bersama kawannya.

"Saat saya tanya katanya mereka kesiangan jadi mau masuk ke sekolah takut sama gurunya jadi mereka malah nongkrong," ucapnya.

Agus mengimbau, pihak sekolah dan orangtua murid jangan saling menyalahkan dan mencari pembenaran masing-masing, karena tugas mendidik anak itu harus harus bersama-sama.

"Kita menghimbau jangan sampai guru mengalahkan kepada orangtuanya dan orangtuanya menyalahkan kepada gurunya, inikan waktunya belajar pak jadi tugas gurunya jadi jangan sampai seperti itu," ujarnya.

Tursinah orangtua salah seorang siswa mengaku kaget mendengar anaknya terkena razia yang dilakukan Satpol PP, selama ini ia mengetahui kalau anaknya berprilaku baik, selain itu saat pagi anaknya ijin untuk pergi ke sekolah.

"Saya kaget dengar anak saya ada di kantor satpol PP, padahal tadi pagi bilangnya mau sekolah, jujur pak saya kecewa sama anak saya tapi saya yakin dia cuman ikut-ikutan temannya saja," terangnya. 




Info dan foto: www.bantennews.co.id.
Editor: Ferry.


0 komentar:

Posting Komentar