Rabu, 03 Januari 2018

BUKU adalah jendela dunia. Dengan membaca buku, ilmu pengetahuan akan mudah diraih. Mungkin itulah yang ingin ditularkan Radmiadi pencetus Perahu Pustaka di Perairan Selat Sunda.

Berkat pria yang juga seorang
Koordinator SAR Pelabuhan Merak ini, warga yang tinggal di pulau-pulau yang berada di perairan Selat Sunda bisa menikmati buku bacaan secara gratis berkat jiwa sosialnya yang tinggi.

Berawal pada September tahun 2016 lalu, Radmiadi membuat Perahu Pustaka, dimana saat itu dirinya tersentuh hatinya ketika melihat anak-anak yang tinggal di pesisir pulau di Selat Sunda sangat minim tersentuh pendidikan.

Dengan modal seadanya tanpa ada bantuan pihak manapun, akhirnya dia membeli perahu dan menyediakan beberapa jenis buku saja. Tak disangka, antusias warga pesisir sangat besar menyambut Perahu Pustaka yang diciptakannya.

Melihat antusias yang begitu besar, semangat Radmiadi semakin menggebu. Hingga akhirnya dia membuat rumah baca di pulau-pulau yang berada di Selat Sunda, khususnya di sekitar Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

Hingga menginjak dua tahun berdirinya Perahu Pustaka, buku yang tersedia bahkan sudah mencapai ribuan buku yang disediakan untuk warga pesisir.

Usahanya pun tak sia-sia. Dia saat ini sudah mendapatkan perhatian dari para relawan yang juga peduli terhadap pendidikan dan minat baca masyarakat. Saat ini buku yang tersedia juga ada yang berasal dari relawan. Sehingga buku yang tersedia semakin beragam.

Bahkan berkat aksi sosialnya, banyak relawan membuat rumah baca untuk masyarakat yang membutuhkan buku bacaan yang diberikan secara gratis.

"Selain menyediakan buku bacaan, saya juga sering membagikan buku tulis dan alat tulisnya. Gak banyak sih, ya satu anak dua buku sama satu pensil atau pulpen, itu untuk memotivasi mereka untuk terus belajar," ujar Radmiadi, Minggu (31/12/2017).

Dalam setiap kali dia berjumpa dengan para warga dan anak pesisir, dia juga tak lupa untuk terus menanamkan rasa cinta nasionalisme.

"Bukan cuma bagi-bagi buku, saya juga sering kasih kuis dulu, seperti menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia, tebak-tebakan tokoh nasional, seperti presiden pertama siapa dan lain sebagainya. Itu untuk menanamkan rasa nasionalisme kepada mereka," terangnya.

Radmiadi mengaku tak punya motivasi lain dalam membentuk Perahu Pustaka, selain ikut berpartisipasi dalam mencerdaskan anak bangsa.

"Kepuasan dalam memberikan ilmu pengetahuan kepada warga pesisir pulau di Selat Sunda ini tidak bisa dinilai imbalannya karena saya berharap anak-anak di pulau-pulau ini bisa juga mendapatkan ilmu pengetahuan demi masa depan mereka," ujarnya seraya tanpa pamrih. 




Info dan foto: www.bantennews.co.id.
Editor: Bowo.


0 komentar:

Posting Komentar