Kamis, 11 Januari 2018

PERHIMPUNAN Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) DPc Banten, melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Pengadilan Negeri Serang, Banten. Mereka menuntut agar majelis hakim menghukum berat terdakwa ER (17) atas kasus pembunuhan disertai pemerkosaan terhadap S (18) warga Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang.

Ramadhan Igandi, selaku koordinator PERMAHI mengatakan bahwa perbuatan terdakwa tidak bisa dikategorikan sebagai anak-anak karena telah melakukan tiga tindak kejahatan sekaligus.

"Pertama dia melakukan pembunuhan berencana dengan mengundang teman-temannya, kedua melakukan pemerkosaan dan ketiga melakukan perampokan," kata Ramadhan di sela aksi demonstrasi, Kamis (11/1).

Jika mengacu Undang-Undang tahun 35 tahun 2014 dalam Pasal 1 menyebutkan bahwa anak adalah seseorang yang usianya di bawah 18 tahun.

"Harusnya majelis hakim menggunakan KUHP bahwa yang dimaksud di bawah umur mereka yang berusia di bawah 16 tahun. Mengingat perbuatan terdakwa tidak bisa lagi dikategorikan anak-anak," kata dia.

Ia juga meminta Jaksa Penuntut Umum harus memberikan kejaksaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. selain itu, meminta hakim memberikan putusan yang seadil-adilnya dan seberat-beratnya berdasarkan perbuatannya.

"Hakim harus berani memberikan putusan ultra petita (putusan yang melebihi isi jaksa)," tandasnya.



Info dan foto: www.bantennews.co.id.
Editor: Sigit Kurniawan. 

0 komentar:

Posting Komentar