Rabu, 24 Januari 2018

LOKASI bencana gempa bumi yang terpencil dan tersebar di 12 kecamatan menyulitkan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polres Bogor dan Kodim 0621 untuk memberikan bantuan kepada para korban.

Untuk menuju lokasi terdampak bencana gempa bumi seperti di Desa Sukasari, Kecamatan Sukajaya atau Desa Malasari Kecamatan Nanggung, tim BPBD, Polres Bogor dan Kodim 0621 harus menggunakan mobil jeep double kabin.

"Sampai saat ini lebih dari 200 bangunan terdampak bencana gempa bumi. Mereka yang menjadi korban itu ada di Kecamatan Nanggung, Cigudeg, Leuwiliang, Pamijahan, Sukajaya, Sukamakmur, Sukaraja, Ciawi, Megamendung, Caringin, Cigombong dan Cijeruk. Karena medannya sulit dan jauh tim kami baru sampai ke lokasi 4 jam setelah bencana terjadi," ujar Sekretaris BPBD Kabupaten Bogor Budi Pranowo kepada wartawan, Rabu (24/11).

Ia menambahkan jumlah korban maupun kerugian materil masih terus didata untuk nantinya diberikan bantuan berupa selimut, makanan, peralatan dapur, pakaian, obat-obatan dan lainnya.

"Data bangunan yang mengalami rusak ringan, sedang maupun berat. Korban maupun kerugian materil ini masih terus kami data, di mana nantinya apabila disetujui oleh Bupati Nurhayanti para korban bencana genpa ini akan diberikan bantuan uang karena Pemerintah Kabupaten Bogor sebelumnya sudah menyiapkan anggaran untuk tanggap bencana kurang lebih sebesar Rp22 miliar," tambahnya.

Mengenai jumlah bantuan uang, besarnya akan disesuaikan dengan kerusakan apakah bangunan tersebut mengalami rusak ringan, rusak berat atau rusak berat.

"Kalau bantuan untuk korban angin putung beliung pada tahun 2016 lalu, paling besar dana yang diberikan Rp10 juta per kepala keluarga untuk rumah yang mengalami rusak berat. Kalau untuk kali ini jumlah bantuan bisa lebih besar atau lebih kecil tergantung kebijakan Bupati Nurhayanti," papar Budi.

Sementara hasil dari pantauan Polres Bogor di lokasi bencana, jumlah bangunan yang terkena dampak sebanyak 274 unit dengan rincian 265 rumah mengalami rusak ringan, 1 masjid rusak ringan, 2 mushola rusak ringan, 1 bangunan SD rusak ringan dan 5 rumah mengalami rusak berat.

"Data yang Polres Bogor sebanyak 274 bangunan rusak akibat bencana gempa bumi tektonik 6,1 skala richter yang terjadi di wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa dengan koordinat episenter pada 7,23 LS dan 105,9 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 43 km arah selatan Kota Muarabinuangeun, Kabupaten Cilangkahan, Provinsi Banten pada kedalaman 61 km Selasa (23/1) kemarin pukul 13.34 WIB. Untuk korban luka hanya 1 orang dan kerugian materil sementara sebesar Rp340 juta," kata Kapolres Bogor AKBP Andy Muhammad Dicky Pastika.

Sebelumnya, data BPBD Kabupaten Bogor menerangkan 169 bangunan yang terkena dampak bencana gempabumi ada di wilayah pegunungan seperti Kecamatan Nanggung, Cigudeg, Leuwiliang, Pamijahan, Sukajaya, Sukamakmur, Sukaraja, Ciawi, Megamendung, Caringin, Cigombong dan Cijeruk dengan perkiraan kerugian materil sebesar Rp316 juta.

Menanggapi perbedaan data bangunan yang rusak dam kerugiam materil, Kasir Logistik BPBD Asep Usman menjelaskan perbedaan data adalah wajar dan akan dicocokkan oleh petugas BPBD.

"Perbedaan data bangunan terdampak bencana gempabumi dan kerugian materil ini akan kami kroscek lagi dan paling cepat Kamis (25/1) sore baru bisa final hasilnya. Kami menargetkan pendataan ini cepat tuntas karena dalam waktu sebulan bantuan dana dari Bupati Niurhayanti bisa segera diserahkan kepada para korban," pungkas Asep Usman.




Info dan foto: www.inilahkoran.com
Editor: Adit. 

0 komentar:

Posting Komentar