Senin, 08 Januari 2018

SUDAH satu bulan lebih Susanto kehilangan anaknya, Irfan (10). Ia hilang karena kerap ikut temannya menjadi kernet Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), Senin (8/1).

Berbagai macam usaha sudah Susanto lakukan agar anaknya segera ditemukan.  Terakhir ia mengikuti program televisi orang hilang di acara Patroli Indosiar.

Usaha itu membuahkan hasil. Melalui media sosial facebook milik Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, Irfan terlihat berada di terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Padahal lokasi itu jauh dari rumahnya yang berada di Kecamatan Kosambi, Tangerang, Banten.

"Saya mendapatkan informasi dari teman facebok kalau anak saya si Irfan ada di sekitar terminal Kampung Rambutan. Ini ada fotonya Irfan lagi di dekat Bus Setia Negara," ungkap Susanto 

Susanto pun mencoba menghubungi pihak Dinas Sosial DKI Jakarta apabila menemukan Irfan di terminal. Jika ditemukan, ia meminta segera diselamatkan supaya bisa ia jemput.

Mendapat info tersebut, Petugas Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) Suku Dinas Sosial Jakarta Timur segera melakukan koordinasi dengan agen-agen Bus Akap yang berada sekitar terminal. Upaya tersebut agar Irfan segera ditemukan.

"Bener saja, pengurus agen bus langsung kontak petugas katanya ada anak namanya Irfan. Petugas segera menjemputnya," kata Benny Azwar Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Timur.

Ia melanjutkan, Irfan hilang dari rumah sejak tanggal 1 Desember 2017. Baru sekarang ia akhirnya ditemukan.

Berdasarkan keterangan Irfan, ia menjadi kenek bus karena ingin menolong orang tuanya. Di samping itu, pekerjaan menjadi kenek bus menurut Irfan menyenangkan.

"Kesehariannya Irfan tidur di bus, dan Irfan makan dari hasil dia ikut bus jadi kernet," ujar Benny.

Selain itu, Irfan juga tidak pernah mengalami kekerasan dari orang tuanya. Bahkan orang tuanya sangat sayang dengan Irfan. Begitu pun Irfan sangat sayang kepada orang tuanya.

Benny juga menyampaikan, Irfan akan segera dijemput oleh keluarganya. Pihak keluarga gembira karena anak kesayangannya telah kembali. Usaha yang dilakukan selama ini tidak sia-sia

"Kami berpesan agar keluarga tetap menjaga anak-anaknya dan melanjutkan pendidikan di kampunya. Karena sekarang marak kasus human trafficking yang menimpa anak-anak," kata Benny.



Info dan foto: Redaksi.
Editor: Adit.

0 komentar:

Posting Komentar