Rabu, 10 Januari 2018

HARGA beras di Pasar Citayam, Kabupaten Bogor, melonjak tajam sejak lima bulan terakhir. Harga beras bisa mencapai 12.000 rupiah per liternya. Pedagang dan ibu-ibu rumah tangga menjerit.

Harga yang kian tinggi menjadikan daya beli masyarakat menjadi kurang. "Paling murah beras sekarang cuman 9.500 rupiah/liter. Warga juga hanya lihat-lihat saja, nanya-nanya, lalu pergi. Jarang ada yang beli," ujar Eha penjual beras, 53, di Pasar Citayam, Selasa (9/1) sore.

Eha bercerita dulu harga beras per liter berkisar dari 7500 hingga 9500 rupiah. Namun sekarang harganya berkisar 9500, 10.500, 11.000, dan 12.000 rupiah. Beras dengan kualitas bagus adalah petruk dan perak, karena teksturnya pulen.

Harga yang naik diakibatkan dari produsen yang memasang harga tinggi. Eha membeli dari produsen sekitar 600 ribuan untuk satu karung. Lebih mahal sepuluh ribu dari sebelumnya.

"Belakangan ini saya hanya sanggup beli satu karung aja, soalnya mahal. Padahal dulu-dulu bisa beli lima karung untuk dijual lagi," tuturnya.

Ia hanya berani mengambil keuntungan 500 sampai 600 rupiah dari setiap beras. Harga yang melejit tersebut bukan tanpa alasan, tambah Eha, karena dari pemasok katanya ada yang gagal panen. Maka dari itu berimbas juga kepada harga jual.

Ia juga menambahkan tidak hanya beras yang harganya naik, tetapi kebutuhan pokok lainnya juga ikut merangkak naik, seperti sayur, telur, dan buah-buahan.

Trisna salah satu warga, juga sangat mengeluhkan harga beras naik. "Kebutuhan kita kan juga banyak, bukan cuman beras aja. Tapi kalo beras aja naik, pasti kebutuhan lain yang menjadi korban. Karena makanan pokok kami," kata Trisna.

Untuk menyiasati tersebut, Trisna mengurangi pengeluaran yang dianggap tidak perlu. Ia berharap, pemerintah dapat menurunkan harga beras menjadi stabil kembali. 




Info dan foto: www.poskotanews.com.
Editor: Ferry.


0 komentar:

Posting Komentar