Jumat, 19 Januari 2018

KEJAKSAAN Negeri Banda Aceh menggelar eksekusi cambuk terhadap 10 terpidana pelanggar Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.Para terpidana dicambuk karena melanggar beberapa pasal diantaranya tentang perjudian, ikhtilat (berdua-duaan), dan minuman terlarang.

Satu dari 10 terpidana merupakan germo pekerja seks komersial dengan inisial AI. Al menjalani eksekusi cambuk sebanyak 37 sabetan setelah dipotong masa tahanan.

AI sempat beberapa kali mengangkat tangannya saat dicambuk. Namun eksekusi dilanjutkan kembali setelah AI diberi air mineral. Usai dicambuk AI melakukan sujud syukur di atas panggung eksekusi.

Al ditangkap aparat kepolisian Polresta Banda Aceh di salah satu hotel di Lueng Bata pada Oktober 2017 lalu. Saat ditangkap AI sedang menjalankan bisnis haramnya. Bisnis yang dijalankan AI menggunakan media sosial dengan menawarkan PSK kepada lelaki hidung belang, setelah mendapat kesepakatan baru AI mengantarkan PSK ke hotel yang telah dipesan.

Sedangkan 9 terpidana lainnya dicambuk sebanyak 2 sampai 36 kali sabetan setelah dikurangi masa kurungan.



Info dan foto: www.mediaaceh.co.
Editor: Bowo.


0 komentar:

Posting Komentar