Jumat, 12 Januari 2018

CUACA ekstrem yang menghantam Perairan Selat Sunda, tepatnya di perairan Merak, Banten membuat kapal Tongkang pengangkut pasir Soekawati 2708 hanyut.

Kapal Tongkang yang tengah bongkar muat di Lahan Urugan itu hanyut dan menabrak warung sekaligus tempat tinggal milik Agus di Cikuasa Pantai, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Jumat (12/1) dini hari.

Akibatnya warung sekaligus tempat tinggal milik Agus hancur. Begitu juga dengan Jetty tempat sandar perahu di lokasi sekitar yang juga ikut hancur terkena hempasan tongkang dengan berat ribuan ton tersebut.

Agus menceritakan bahwa cuaca buruk terjadi sejak, Kamis (11/1) petang. Cuaca semakin ekstrem pada malam dini hari sekitar pukul 00.00 WIB.

Dia mengaku tak menyangka kapal tongkang pengangkut pasir yang tengah bersandar hanyut terhempas gelombanh besar. Diduga tambang kapal putus akibat terhantam cuaca buruk dan hanyut sekitar 200 meter dari lokasi sandar kapal.

"Awalnya hanyut pelan-pelan, kemudian terus bergeser dan terus menghantam bangunan warung. Jetty perahu saya juga kena, hancur semua," ujar Agus ditemui di lokasi.

Agus mengaku kerugian akibat peristiwa itu mencapai sekitar Rp50 juta. Dia meminta kepada pemilik kapal agar mengganti rugi perbaikan jetty dan warung miliknya.

"Saya sudah bicara ke agen kapalnya, katanya siap mengganti," terangnya.

Berdasarkan pantauan, kapal tongkang Soekawati 2708 sudah dievakuasi dan kembali melakukan bongkar muatan berupa pasir.

Sementara itu hingga berita ini diturunkan belum ada konfirmasi dari pihak pemilik kapal. 



Info dan foto: www.bantennews.co.id.
Editor: Adit.


0 komentar:

Posting Komentar