Selasa, 23 Januari 2018

AKSI kekerasan yang dilakukan oleh Dekan Fakultas Tekhnik (FT) Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK), Moh Assidieq, memicu gelombang protes dari sejumlah massa aksi yang berasal dari UMK sendiri, serta beberapa Perguruan tinggi lainnya seperti Unsultra, USN, dan Universitas lain.

Massa aksi tersebut menyatakan penolakan terhadap sikap Dekan yang dinilai arogan. Selain itu, mereka juga menduga bahwa Moh. Assidieq melakukan penggelapan dana operasional perjalanan Studi Kerja Lapangan (SKL) Mahasiswa jurusan Arsitektur senilai 18 juta rupiah. Dekan tersebut rupanya tidak hanya ditolak oleh anak didiknya sendiri, 8 Dosen FT lainnya, juga menyatakan akan mengundurkan diri. Penyebabnya, tidak lain karena sikap otoriter Assidieq.

"Tindakan arogansi Muh Assidieq selama ini terus ditunjukan kepada anak didik. Tidak hanya itu, tindakan kekerasan fisik, juga dilakukan. Yang bersangkutan (Assidieq) menendang salah satu rekan mahasiswa. Dia tidak hanya melukai fisik, tapi juga psikis rekan kita, termasuk kami juga merasa dilukai karena perbuatannya itu. Kami juga menduga bahwa Moh Assidieq telah menggelapkan dana operasional SKL," ujar Pangga Rahmat disela-sela orasi yang digelar di pelataran Kampus UMK, Selasa (23/1).

Assidieq juga dianggap tidak mengakui dugaan pelanggaran dan tindak kekerasan tersebut. Hingga masalah terus berlarut-larut. Buntutnya, aktifitas Kampus menjadi terhambat.

"Dia (Assidieq) tidak berusaha menjernihkan persoalan, dan tidak mengakui apa yang telah dilakukan. Sehingga berlarut-larut. Karena itu kami, bersama 8 Dosen kami yang menyatakan berhenti, mengajukan mosi tidak percaya, dan tegas meminta kepada Rektor dan yang berkompeten, tuntaskan persoalan ini, turunkan jabatan Dekan Fakultas Tekhnik UMK sekarang juga!!!!" teriak Pangga dalam orasinya.

Setelah didesak oleh massa aksi, Rektor UMK, Muhammad Nur ,ditempat yang sama akhirnya bersedia memberikan keterangan resminya. Menurtunya, persoalan tersebut kini sudah ditangani pihak Pimpinan Wilayah Muhammadiyah. Muhammad Nur juga berjanji akan memanggil kembali 8 Dosen nonaktif tersebut.

"Persoalan ini bukan lagi ranah rektor. PIhak Dewan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah yang akan menjernihkan persoalan ini. Terkait dosen yang menyatakan nonaktif, kami akan memanggil kembali mereka, Kalau mereka tidak mau kembali lagi mengajar, maka kami akan segera membuka penerimaan dosen baru," ucapnya.




Info dan foto: www.teropongsultra.id.
Editor: Ibnu.


0 komentar:

Posting Komentar